Sunday, February 10, 2008

Judge the cover. Read the book!!

0 comments
Don't judge a book by its cover.
Kata-kata bijak yang udah saya dengar (mungkin) ratusan kali. Kata2 ini sering dijadikan 'hujjah' oleh orang2 yang casing luarnya eksentrik, gak lazim, nyeleneh bin aneh.
Makanya saya sering banget denger ada orang2 ngomong kayak gini :

“Biar kayak preman gini, gw beriman jek!” (tapi ngomongnya kayak orang mabok)

“Eh, jangan liat pakean gw yah. Gw bukan cewek murahan. Gini2 gw cewek beriman tauk!!”
(yang ngomong ini cewek yang pakeannya super ekonomis, paket hemat lah pokoknya)

“Walaupun tampang gw serem, hati gw tuh lembut lagi..” (nah, kalimat ini datang dari seorang cowok bertampang serem, badan penuh tato, tindikan di sana sini, aktifitas hariannya malakin orang lewat, gak segen2 mukul istri di rumah)

Ada juga yang kayak gini :

“Insya Allah, penyakit adek ini bisa sembuh dengan seizin Allah” (saya denger kalimat ini dari seorang ahli pengobatan alternatif yang kostumnya sangat islami, ala bapak2 pemburu hantu di tipi, tapi metode kerjanya nyerempet hal2 berbau syirik)

Masih ada beberapa lagi 'quotes inspiratif' semacam di atas yang sering banget saya denger.

Well... IMHO, kita memang gak boleh melihat penampilan orang dari casing luarnya saja.
Inner beauty, kepribadian ataupun karakter memang jauh lebih penting dari sekedar casing.

Penampilan luar juga penting, walaupun bukan hal terpenting.
Buat saya, cara seseorang mendesain casingnya, sedikit banyak bisa menggambarkan kepribadiannya.

Ini ada contoh kasus. Silahkan perhatikan baik2 foto berikut ini.


Nah, berapa orang diantara anda yang menyadari bahwa 'gadis cantik' di atas adalah seorang waria??
Meuni geulis pisan khan nya??
Tapi yaa geulis-geulis ge, kalo udah tau waria mah saya jadi ilfil :-D

Jadiiii... sah2 aja sih menilai penampilan luar seseorang, asal jangan lupa bahwa kualitas 'isi' lebih penting. Toh, percuma juga kalo buku covernya luar biasa indah tapi isi bukunya gak berkualitas, gak enak dibaca dan gak mencerahkan.

Yuk ah, mulai sekarang kita peduli sama penampilan orang lain, dan lebih peduli lagi sama kualitas dan karakternya.

Judge the cover. Read the book!!
*lupa pernah liat quotes ini dimana*

Read full post »

Thursday, January 24, 2008

First Posting on 2008

0 comments
Duhai...rasanyo sudah lamo ambo tidak menulis di blog ini lagi. Padahal, selama ini ambo rajin MAU menulis. Tetapi entah kenapo, setiap kali jari ini hendak memijit tombol komputer, tiba2 sajo ambo diserang rasa ngantuk yang luar biasa... Terakhir ambo posting disini tahun 2007, nah sekarang udah tahun 2008 lagi... Onde mande....

Sodara2, beginilah akibatnya kalo kita nulis setelah makan rendang. Selain perut jadi kenyang dan otak gak bisa mikir, kata-kata yang keluarpun jadi makso....eh, maksa.

Eniwei, ngerasa bersalah banget deh hampir sebulan gak ngupdate blog. Kebayang gimana perasaan fans2 saya yang tiap hari buka blog ini, yang hanya bisa mendesah kecewa karena gak ada tulisan baru di sini, beberapa diantaranya mungkin ada yang menangis histeris sambil garuk2 tanah. Untuk itu, saya mohon maaf yah. Saya mengerti perasaan kalian semua kok. Perasaan kangen sama saya tuh manusiawi banget kok, bukan penyakit turunan ataupun kutukan dari tuhan, semua orang yang kenal saya pasti pernah mengalaminya. Gak perlu malu untuk mengakuinya :-p

Okeh update berita terkini :

Pertama, I got a new laptop....yippiieee.... !!!!! Sebuah laptop yang indah, khas produk2 Apple, MacBook berwarna putih, layar 13.3” (diagonal) glossy TFT WideScreen, Processor Intel Core 2 Duo 2.0Ghz, 1GB of 667MHz DDR2 SDRAM, Harddisk 80GB serial ATA 5400rpm, serta Built in iSight camera, dan tentu saja Mac OS X Leopard (meooowww....eh, auuummmmm!!!)
Saat ini saya belum ngasih nama sama 'istri' baru saya ini. Tadinya mau manggil 'si putih' aja, tapi panggilan ini udah jadi hak paten temen saya. Jadi sementara saya masih nyari2 di buku 'Kumpulan Nama Islami Buat Laptop Baru Anda”, sementara saya manggil dia 'honey' aja dulu.

Kedua, alhamdulillah rencana bisnis yang akan saya tekuni mengalami kemajuan yang sangat berarti, Insya Allah mudah2an pertengahan Februari nanti udah bisa saya launch. Jadi, bagi 10 pengirim sms pertama nanti akan dapet sebuah produk dari saya. GRATIS!! CUMA-CUMA!! KAGAK BAYAR!! Makanya, hayo2 mulailah berburu no hape saya, heheheee...

Ketiga, Alhamdulillah sampe akhir bulan pertama di tahun 2008 ini saya masih jomblo euy *gak penttiinnnngg... :-p*
Jadi berbahagialah fans2 yang bergenre wanita, karena diriku belum ada yang memiliki *halah....*

Jadi....beginilah kira2 gambaran kualitas blog saya di tahun 2008 ini. Garing dan gak penting.

Gak apa2 lah, yang penting nulis aja dulu yah.
Yang penting istiqomah dulu ngupdate blognya.
Kualitas tulisan akan meningkat seiring dengan meningkatnya frekuensi menulis.
(menghibur diri...)

Udah dulu ah. Semoga ketemu lagi dalam waktu dekat yah temen2. I promise myself to write more often :-)

Read full post »

Sunday, December 30, 2007

Penghujung Tahun 2007

1 comments

Tahun 2007 sebentar lagi akan meninggalkan kita.

Berarti satu tahun udah lewat.

And here I am... still jomblo...and (still) HAPPY of course...heheee

Di penghujung tahun biasanya kita menyempatkan diri untuk berhenti sejenak, melihat jejak-jejak kita di belakang.

Apakah saya sudah menjadi orang yang lebih baik dibanding tahun lalu??

Apakah saya sudah lebih dewasa dan lebih bijak??

Seberapa banyak yang udah saya lakukan buat kebaikan keluarga, agama dan negara saya??

Jujur, saya gak tau jawaban dari pertanyaan2 itu...

Well, di tahun 2007 ini banyak hal yang sudah terjadi dalam hidup saya. Banyak hal yang berubah. Ada perubahan yang positif dan menyenangkan, ada juga perubahan yang negatif.

Tetapi terlepas dari semua perubahan yang positif maupun negatif tersebut, banyak banget hal yang patut saya syukuri. Saya bersyukur karena hingga detik ini saya masih sehat wal’afiat. Saya bersyukur atas setiap mililiter udara yang saya hirup setiap harinya (gratis pula!!). Pokoknya, saya bersyukur atas semua nikmat yang udah dikaruniakan Allah SWT buat saya, yang gak mungkin bisa saya hitung jumlahnya.

Semoga saja di tahun-tahun berikutnya pun saya masih bisa mensyukuri semua hal yang saya dapatkan, baik ataupun buruk.

Okey, dari sekian banyak hal yang udah terjadi di tahun 2007 ini, ada beberapa hal/peristiwa yang menjadi salahsatu milestones dalam hidup saya, yaitu :

  • Tahun ini akhirnya saya menyelesaikan pendidikan S2 saya dengan sukses, tanpa ada gejala kerusakan otak sedikipun -- kalo ngalamin kram otak dikit2 sih pernah, waktu itu gak pemanasan dulu soalnya-- Maklumlah, dengan otak yang gak seberapa ini, siapa yang nyangka bisa lulus strata-2 di PT yang bergengsi pula. Makasih Ya Allah...
  • Dalam rangka selangkah menuju impian saya, akhir tahun ini juga saya mulai men-set up bisnis baru saya. Insya Allah bisnis ini akan menjadi salah satu bisnis yang menghidupi keluarga saya nanti, menyekolahkan anak2 saya ke sekolah2 terbaik, menyekolahkan anak2 yatim dan anak2 miskin, dan memberdayakan umat muslim agar bisa menjadi kekuatan yang gak diremehkan seperti sekarang ini...Amin ya rabb...
  • Sebenernya poin yang ini agak2 pribadi yah. Tapi gak apa2 lah saya buka dikiiiiitttt aja.... Begini, saya akhirnya dikasih kesempatan oleh Allah SWT untuk bisa mengenal lebih dekat seseorang yang sebelumnya gak pernah saya bayangkan sebelumnya. Let’s say, akhirnya si pungguk ini sekarang bisa kenal lebih deket sama sang rembulan :-) I know. It’s too good to be true. Makasih Ya Allah...

Tetapi di tahun 2007 ini juga saya mengalami kehilangan yang amat sangat dalam. Tepat di awal bulan ramadhan tahun 2007 ini --11 September 2007 tepatnya-- kakek saya tercinta dipanggil Allah SWT. Beliau adalah salahsatu panutan saya, pahlawan saya... Semoga arwah beliau ditempatkan di tempat yang terbaik di sisi Allah SWT, bersama para rasul, nabi, sahabat, syuhada dan orang-orang yang dicintai-NYA... Amien...

Finally, saya ingin menutup lembaran tahun 2007 ini dengan sebuah doa yang berasal dari sebuah hadits, yang mudah2an bisa menjadi pengingat buat kita semua :

“Ya Allah, ampunilah kesalahan dan kebodohanku, dan juga sikap berlebihanku dalam segala urusanku dan segala yang Engkau lebih mengetahui daripadaku. Ya Allah, ampunilah kesungguhanku dan kelakarku, dn ketidaksengajaanku dan kesengajaanku, serta semua yang ada disisiku. Ya Allah, ampunilah dosa yang telah aku lakukan dan yang belum aku lakukan, yang aku lakukan secara sembunyi maupun yang aku lakukan secara terang-terangan serta segala yang Engkau lebih mengetahui daripadaku. Engkaulah Yang Maha Mendahului an Yang Maha Mengakhiri dan Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (HR Abu Musa Al Asy’ari r.a, dari kitab Shahih Muslim)

Amien ya robbal ‘alamin...

Happy New Year All!! :-)

Read full post »

Monday, December 17, 2007

Parent's Biggest Lies

2 comments
Sering kali, dengan berbagai alasan, orang tua kita seringkali ‘terpaksa’ membohongi kita. Hal ini seringkali terjadi terutama ketika kita masih culun dan cupu, yaitu pada saat usia dimana kita belum dibolehkan menonton fillm yang berisi adegan kebakaran didalamnya. Mereka ini mungkin belum menyadari bahwa membohongi anak-anak --apalagi anak sendiri-- sangatlah berbahaya dampaknya bagi perkembangan jiwa anak, serta tidak lupa juga dapat menyebabkan kanker, impotensi, gangguan terhadap kesehatan dan pertumbuhan janin :-p

Banyak sekali jenis2 bohong yang biasanya mereka lakukan terhadap kita, anak2nya yang lucu dan imut itu. Misalnya saja kebohongan seperti ini :

“Ssttttt....jangan nangis, kedengeran ngga ada suara genderuwo (atau bisa juga jenis dedemit lainnya, sesuai dgn budaya dan kepercayaan setempat) di belakang rumah yang ngikutin suara kamu??” *tak lupa sambil berakting memasang wajah mencekam dan misterius, pokoknya akting yang layak dianugerahi piala Oscar lah*
Biasanya kebohongan ini dibantu oknum lain --bisa sang ayah, kakak, tante, om, atau pembantu-- yang akan berperan sebagai suara sang makhluk misterius.

Atau mungkin ada yang pernah mengalami dibohongi dengan modus seperti ini :

“Ngga sayang, mama gak akan mungkin nyakitin kamu. Mama cuma pengen liat sebelah mana gigi kamu yang goyang itu, biar bisa mama obatin. Yuk sayang, coba dibuka mulutnya yaa....aaaaaa...”
Sepersekian detik setelah sang anak membuka mulut, sekonyong-konyong terjadilah adegan berdarah dimana sang mama mencabut dengan paksa si gigi tanpa dosa itu, diikuti dengan jeritan menyayat hati sang anak. (Ini termasuk kekerasan dalam rumah tangga atau ngga yah? :-D)

Hemm....and they called it white lies. Berbohong demi kebaikan kita, anak2nya...
Padahal khan bohong mah tetep aja bohong yah. Dosa tau.

Well, dari sekian banyak white-lies yang dilakukan oleh orang tua saya dulu, ada satu kebohongan mereka yang hingga saat ini masih belum dapat saya terima dengan hati yang lapang. Yaitu kebohongan seperti ini:

“Sayang, disunat tuh, gak sakit lho. Rasanya kayak digigit semut doang kok..., percaya deh sama mama.”
DIGIGIT SEMUT?? SEMUT DARI HONGKONG??!!
Sungguh ini merupakan FITNAH yang sangat keji buat bangsa semut. Benar-benar pembunuhan karakter bagi bangsa semut.
Diemut singa kelaperan mungkin analogi lebih tepat buat menggambarkan rasa takut dan rasa sakit yang saya rasain waktu itu.
(Hingga beberapa tahun kemudian, masalah kekuatan gigitan semut ini masih jadi misteri besar buat saya).

Anyway, setelah segede ini, saya baru bisa ngerti kenapa mereka melakukan kebohongan2 putih seperti itu. They really did those things for my own good. And I forgive them for that :-D.

Tapi itu gak membuat saya berencana melakukan hal2 seperti itu sama anak2 saya nanti ya. Selama masih ada cara untuk gak membohongi mereka (anak2 saya nanti maksudnya), saya gak akan ‘menipu’ mereka.

In fact, saya masih mikirin kira2 apa yah yang akan saya katakan sama anak saya nanti untuk membujuk dia supaya mau disunat. Ehm, mungkin kata2nya seperti ini ya :

“Anakku, dalam hidup setiap wanita, ada saat dimana mereka berada dalam kondisi antara hidup dan mati, dimana mereka mengalami kesakitan yang luar biasa, dimana saat itu jarak dengan kematian begitu dekat. Itulah saat mereka berjuang melahirkan anaknya. Mereka rela mempertaruhkan hidupnya demi kehidupan yang akan keluar dari rahimnya. Karena mereka, para wanita ini, tahu bahwa rasa sakit yang mereka derita itu akan sebanding dengan kebahagiaan yang mereka dapat setelahnya.”

Pada detik ini, mungkin anak saya akan terbengong2 dan berpikir ayahandanya sedang kerasukan Prabu Siliwangi atau Mahatma Gandhi. Atau mungkin dia hanya berpikir ayahandanya cuma salah makan aja.

Tapi saya gak akan peduli, dan tetep melanjutkan :

“Nah, kita laki-laki pun memiliki momen heroik seperti itu, nak. Momen itu adalah momen dimana bagian vital tubuh kita diiris-iris sama orang yang sama sekali gak kita kenal, orang yang kita gak tau ketulusan niatnya dan kebersihan hatinya, yang bisa saja berpura2 kebablasan motong dengan alasan terbawa suasana. Apakah ada momen yang lebih menakutkan dan menegangkan dari itu, nak??”

Pada saat itu anak saya pasti masih termangu dan berpikir : Ok. Positif. Ayahandaku emang ‘sakit’.

Tapi saya tau setelah itu saya gak perlu meneruskan ‘wejangan’ saya buat anak saya. Karena pada saat itu juga anak saya akan berkata : “Ayah, cukup!! Tolong jangan diteruskan. Aku mau melakukan apa saja asalkan ayah gak ngomong lagi. Apalagi cuma disunat. Disunat berkali2 pun aku mau deh....aku mohon...berhenti ngomongnya yah..??”

See?? It would work, wouldn’t it?
And then I wouldn’t have to lie to him, right??

Moral of the story : kayaknya emang lebih praktis ngebohongin anak aja kali yee...hehee...
Read full post »

Tuesday, November 27, 2007

How Narsis Are U??!

2 comments


Narsis. Cap ini biasanya ditujukan buat orang2 yang memuja dirinya sendiri, mencintai dan memandang dirinya dengan berlebihan, talk about him/herself too much, egois, serta punya PeDe yang gak ketulungan. Orang narsis biasanya seneng banget membanggakan (baca : menyombongkan) dirinya dan berharap orang lain memberikan pujian.

Istilah narsis ini sendiri ternyata berasal dari seorang tokoh dalam mitologi Yunani, yaitu Narcissus, seorang pemuda yang luar biasa tampan dan gagah *yah, levelnya dikiiit lah di bawah saya*. Nah, karena ketampanannya inilah dia banyak digila-gilai wanita, malah konon katanya banyak juga cowok yang tergila-gila sama dia. Gila yah?? *halah*

Sampai suatu hari ada seorang dewi bernama Echo yang jatuh cinta sama dia. Tetapi Narcissus menolak dewi itu mentah-mentah. Ini membuat Echo merana dan menderita. Dalam penderitaannya, Echo berdoa (atau mengutuk?) agar Narcissus jatuh cinta sama dirinya sendiri. Ternyata Nemesis mendengar doa Echo, dan kemudian mengutuk Narcissus supaya jatuh cinta sama bayangannya sendiri. Dan kemudian kutukan itu menjadi kenyataan *dengan izin Allah SWT tentunya :-p* ketika Narcissus melihat bayangan dirinya di sebuah kolam. Dia tidak henti2nya mengagumi sosok yang terlihat dari pantulan air kolam itu. Dia teruuuuss memandangi bayangan dirinya hingga Malaikat Izrail mencabut nyawanya. Nah, di tempat dimana dia meninggal itu kemudian tumbuhlah bunga yang akhirnya dinamakan bunga Narcissus.

Cerita yang menarik yah??
Sebenarnya masih ada beberapa versi cerita lain tentang si Narcissus ini. Kalo mau tau, silahkan baca aja sendiri ya di sini.

Sekarang, kita kembali ke laptop.

[Mode NARSIS : ON]

Saya percaya bahwa sebenernya setiap orang punya kecenderungan untuk menjadi narsis. Hanya saja, kadar kenarsisan ini akan berbeda-beda pada setiap orang. Saya misalnya, termasuk orang yang memiliki kadar kenarsisan yang sangat rendah. Walaupun sebenernya saya memiliki wajah yang sangat pantas untuk dinarsiskan. Faktanya, saya memang ganteng. Itu sudah fakta. Gak bisa diperdebatkan lagi. Titik. Namun toh, dengan fakta seperti itu saya gak merasa harus menarsiskan diri dengan sering2 mengatakan kalau saya ganteng. Karena saya tahu, tanpa banyak berkatapun, orang2 sudah pada tahu kalo saya itu ganteng (It’s an indisputable fact, remember??).

Eh, tapi jangan salah yah. Penyakit narsis ini gak mesti menjangkiti orang2 ganteng seperti saya saja. Orang jelek pun bisa narsis juga loh, asalkan dia memiliki kadar kepercayaan diri yang berlebih. Masalahnya, orang jelek yang narsis bisa sepuluh kali lipat lebih menjengkelkan dibanding orang ganteng (seperti sayah contohnya) yang narsis :-D

Kalo anda pengen tau apakah anda termasuk orang narsis atau bukan. Atau anda pengen tau sejauh mana tingkat kenarsisan anda, saya punya beberapa contoh dan gejala orang2 yang sudah dijangkiti penyakit narsis diatas stadium 7. Nah, kemungkinan besar anda adalah seorang penderita narsis kronis jika anda :

  • Otomatis suka berhenti dan cengar-cengir sendiri kalo ketemu objek2 yang bisa memantulkan bayangan anda (ex: cermin, kaca spion angkot, jidat licin, air kobokan, dsb)

  • Seneng berlama-lama memandangi cermin dengan tatapan terkagum-kagum, sambil berkata dalam hati : “Amboiii, elok nian makhluk dalam cermin itu...” Atau suka tiba2 marah sama setiap cermin yang anda lewatin sambil nunjuk dan berteriak : “An***it!! Siapa yang ngasih loe hak jadi orang sebegitu cakepnya!!”

  • Merasa berkewajiban untuk langsung menoleh dan bilang terima kasih sama orang di deket kita yang bilang : “ih...gantengnya....” atau “ih..cakepnya...” atau kalimat2 yang sejenis. Siapa tahu yang dia maksud itu anda, bukan aktor/aktris dalam poster film yang mereka liat.

  • Dalam setiap doa anda selalu ada bunyi doa seperti ini : “ Ya Allah, terima kasih karena telah menciptakan aku begitu ganteng/cantik. Tolong kasihanilah orang2 gak beruntung yang ngga seganteng/secantik aku...”

  • Punya motto hidup : Pujilah dirimu sendiri, sebelum memuji orang lain.

  • Di folder ‘Image/Pictures’ dalam HP atau komputer anda, komposisi filenya adalah... (maksimal) 10% foto anda dan orang lain (temen, keluarga, pembantu, supir, tukang kebun, abang sayur, piaraan, dll), dan (minimal) 90% sisanya adalah foto diri (sendirian) dengan berbagai macam pose, dari mulai pose biasa sampai pose yang luar biasa aneh.
    (FYI : definisi ‘pose aneh’ disini adalah pose yang gak sesuai kaidah EYD...eh, UU Anti Pornografi maksudnya, dan gak layak diperlihatkan terutama sama anak di bawah umur, karena akan menimbulkan efek traumatis seperti sesak nafas, keringat dingin, jantung berdebar kencang, hidung meler, bibir pecah-pecah serta susah buang air besar *halah*),

    Note : Mengenai ‘pose2 aneh’ ini, udah banyak contoh kasus dimana di internet ditemukan foto2 tipe ‘pose aneh’ ini, yang lumayan bikin heboh. And as far as i know, gak satupun wajah2 dalam foto tersebut menunjukkan wajah terpaksa. Semuanya dalam pose penuh senyum dan seneng. Itu artinya mereka melakukan ‘sesi pemotretan’ dalam situasi suka dan rela toh?? Right??

Gejala2 di atas hanya sebagian kecil saja dari gejala2 penyakit narsis. Masih banyak lagi gejala dan contoh yang lain. Silahken tambahin aja sendiri yah.

Well, kalo menurut saya, sedikit narsis itu memang perlu. Toh, kita memang wajib mencintai diri sendiri. IMHO, itu adalah salah satu wujud syukur kita kepada Allah SWT. Dengan mencintai diri sendiri, kita akan menjaga semua hal yang telah diamanatkan oleh Allah SWT sama kita, dan memanfaatkannya untuk hal yang positif tentunya.

Cintailah diri kita sendiri, dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Dengan sedikit narsis, kita bisa berkembang menjadi orang yang punya PeDe, optimis dan selalu berfikir positif :-D

Cheers!!

Read full post »

Thursday, October 25, 2007

Heppy Belsdey Tu Mi

0 comments
Today is my bitrhday.
Artinya, jatah waktu saya di dunia ini semakin berkurang saja...hiks...

Gosshh....cepet banget ya waktu berlalu :-)

Di usia yang sudah semakin udzur ini, masih sedikit sekali sumbangsih saya buat keluarga, apalagi buat bangsa dan agama. Entah berapa banyak lagi usia yang dijjatahkan Allah SWT buat saya. Padahal, masih banyak yang ingin saya raih dan saya capai.
So little time, so much to do :-)

Tetapi, berapapun sisa waktu jatah saya, mudah2an Allah SWT memberi saya kekuatan --dan kesempatan-- untuk memberikan makna pada setiap detik sisa hidup saya...Amien...

Dalam postingan ini, saya ingin mengucapkan terima kasih buat temen2 yang ngasih ucapan selamat beserta doa, baik yang melalui telp, sms maupun melalui email. Doa dari temen2 semua sangat berarti buat saya, dan benar2 menjadi penyemangat bagi saya untuk terus istiqomah, ngotot, keukeuh gumeukeuh dalam menjalani hidup yang saya yakini.
Thanks guyrls!! Mudah2an Allah SWT mendengar dan mengabulkan doa kalian semua buat saya :-)

And buat temen2 yang lupa ngasih ucapan selamat, gak apa2 kok, nama kalian di phonebook HP saya udah saya hapus....heheee... jas kiding jas porlah (bahasa Tukul yang artinya ‘just kidding, just for laugh’).
Read full post »

Tuesday, October 16, 2007

Mohon Maaf Lahir dan Bathin

0 comments
Alhamdulillah. Gak kerasa bulan Ramadhan telah berganti dengan bulan Syawal. Berakhir sudah bulan yang penuh berkah dan rahmat. Bulan yang agung. Bulan dimana tidurnya kita menjadi pahala. Bulan dimana setiap perbuatan baik kita mendapatkan pahala berpuluh kali lipat. Bulan dimana setiap helaan nafas kita bisa menjadi ibadah. Bulan dimana Al-Quran diturunkan. Bulan dimana pintu surga dibuka selebar-lebarnya dan pintu neraka ditutup rapat. Bulan dimana terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan, malam Lailatul Qadar.

Dan seperti Ramadhan tahun-tahun sebelumnya, saya (lagi-lagi) gak terpilih menjadi salah satu hamba-NYA yang beruntung, yang mendapatkan kenikmatan malam Lailatul Qadar itu...hiks...

Yah, dengan kuantitas & kualitas ibadah saya, gak aneh sih kalo saya belum diijinkan dan diridhai Allah SWT untuk mendapatkan malam yang mulia tersebut. Sungguh sedikit sekali amal ibadah yang telah saya lakukan di bulan Ramadhan ini. Masih banyak detik-detik di bulan Ramadhan yang saya lewatkan dengan kehampaan, tanpa makna dan tak mengandung nilai tambah. Dari lima waktu shalat, hanya dua waktu shalat saja yang rutin saya laksanakan di mesjid. Dan untuk enam tahun berturut-turut, saya kembali gagal mengkhatamkan Al-Quran selama bulan Ramadhan *what a horrible record!!*.


Well, sudah sangat jelas bahwa ‘raport’ saya di ramadhan ini nampaknya masih merah. Dengan rekor mengerikan seperti di atas, saya hanya bisa dengan rendah hati berharap dan memohon kepada Allah SWT agar saya masih diberikan kesempatan untuk bertemu kembali dengan Ramadhan tahun depan...*Amin ya Robb..*

Dan saya juga berdoa semoga semua amal ibadah saya --sesedikit apapun itu-- selama bulan Ramadhan ini diridhai dan diterima Allah SWT. Semoga Allah SWT tidak menjadikan puasa saya hanya sekedar menahan lapar dan dahaga, sedangkan maknanya tidak saya dapati..

Akhirul kalam, buat temen-temen, izinkan saya dan keluarga untuk mengucapkan :

Taqabbalallahu minna wa minkum,
Shiyamana wa Shiyamakum,
Kullu’aamin wa Antum Bikhoirin,
Minal Aidin wal Faidzin

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI
1 SYAWAL 1428 H

Mohon Maaf Lahir dan Bathin...
Semoga amal ibadah kita di bulan Ramadhan diterima Allah SWT,
Dan semoga semua amal ibadah kita di bulan Ramadhan menjadikan kita menjadi muslim yang lebih baik lagi...Amien..
Read full post »

Monday, September 03, 2007

Bangsa Gila Gelar

1 comments
Sejak dahulu kala, bangsa kita ini dikenal sebagai bangsa yang mendewakan gelar. Zaman dulu, orang2 akan sangat bangga dengan gelar yang terkait dengan kebangsawanan seperti Raden, Raden Ajeng, dsb. Pada waktu itu, orang bergelar bangsawan mendapat tempat tertinggi dalam kasta masyarakat, tidak perduli apakah moralnya rendah atau mempunya IQ tiarap sekalipun, orang2 tetap mesti membungkuk hormat ketika berpapasan dengan mereka di jalan.

Lalu adalagi contoh bagaimana masyarakat begitu dibutakan oleh makhluk bernama ‘Gelar’ ini. Kali ini gelar yang terkait dengan keagamaan seperti Haji, Kyai, dan lain sebagainya. Seringkali saya melihat realitas dimana masyarakat menempatkan orang2 bergelar tinggi ini sebagai manusia setengah dewa (atau setengah tuhan??), yang setiap perkataannya harus dituruti dan ditelan bulat2, tanpa boleh dipertanyakan. Mengabaikan perkataan orang ini niscaya pintu surga akan tertutup buat mereka. Mempertanyakan perkataan orang ini maka ia akan dicap sebagai orang yang kurang iman.

Gimana dengan ‘gelar’ yang berasal dari kemiliteran?? Idem ditto.
Perhatiin aja gimana arogannya orang2 berpangkat ketika memperlakukan orang yang dia anggap lemah dan berstatus sosial di bawahnya. Yang luar biasa, khusus untuk ‘gelar’ militer ini, arogansi tidak hanya dimiliki orang2 yang pangkatnya tinggi saja, tapi juga semua strata memiliki arogansi yang beti (beda tipis). Tentunya kita tidak bisa menggeneralisir, masih cukup banyak juga kok orang2 militer yang punya kepribadian rendah hati.

Begitu juga dalam hal tingkat pendidikan. Di sini, gelar pendidikan juga berarti status sosial. Dalam strata sosial, seorang lulusan SD (biasanya) dipandang lebih rendah dibanding seorang lulusan SMP. Begitu seterusnya, lulusan S2 dianggap memiliki kedudukan sosial yang lebih ‘mulia’ dibandingkan seorang lulusan S1.

Karena alasan tersebut, maka menjadi seorang lulusan S2 di Indonesia ini ternyata menjadi serba salah posisinya. Semakin tinggi pendidikan seseorang maka ladang untuk mengamalkan ilmunya bukannya semakin luas, justru malah semakin sempit. Dengan ‘status’ yang begitu tinggi di masyarakat, maka seorang lulusan S2 HANYA pantas bekerja pada bidang atau posisi tertentu saja.
Karena itu, akan aneh jadinya bila ada seorang bergelar MBA ternyata memutuskan untuk berjualan soto ayam setelah lulus kuliah. Seorang MBA juga ‘tidak boleh’ berjualan telur di pasar, karena (konon katanya) itu hanya akan bikin malu orang tuanya saja. Seorang lulusan S2 yang bekerja di perusahaan atau bekerja sebagai PNS, posisinya jauh lebih ‘terhormat’ di mata masyarakat dibanding seorang lulusan S2 yang berjualan soto ataupun telur di pasar.

Fakta yang tidak diketahui kebanyakan orang adalah, bahwa di kepala MBA yang berjualan soto tersebut MUNGKIN telah terpetakan grand design rencana hidupnya untuk menjadi seorang pengusaha restoran bertaraf internasional. Atau dalam kepala si MBA penjual telur itu MUNGKIN tercetak visi untuk menyumbang devisa dengan menjadi eksportir telur kualitas unggul.

Untuk membangun sebuah istana yang megah tentunya harus diawali dengan meletakkan bata pertama. Untuk bisa memindahkan gunung diawali dengan memindahkan satu sekop tanah pertama. Dimana kondisi dan posisi kita saat ini bukanlah hal terpenting. Yang lebih penting lagi adalah dimana tujuan kita nanti.

Ironisnya adalah, paradigma seperti ini terjadi dalam sebuah negara yang (katanya) termasuk negara muslim terbesar di dunia, dimana seharusnya sebagian besar penduduknya yang beragama muslim benar2 menyadari bahwa yang membedakan seseorang dengan orang lain adalah ketakwaannya kepada Allah SWT. Orang berdarah biru dan berdarah merah sama-sama memiliki kewajiban shalat 5 kali dalam satu hari. Pak Kyai dan Pak Petani sama-sama wajib melaksanakan puasa di bulan Ramadhan. Seorang lulusan S2 dan seorang lulusan SD sama-sama berkewajiban untuk mengamalkan (semampunya) ilmu yang dia miliki demi kemaslahatan orang banyak.

Ilmu memang bisa mengangkat derajat seorang manusia, tetapi itu bukan pembenaran bagi orang2 yang berpendidikan/berilmu tinggi untuk merasa diri memiliki derajat yang lebih tinggi dibanding orang lain. Ibarat sebuah pisau, ilmu bisa mengangkat derajat pemiliknya jika digunakan untuk hal2 positif, untuk memasak misalnya, ataupun untuk membantu sesama. Tetapi jika digunakan untuk menyakiti orang lain, pisau itu justru menjerumuskan dan merendahkan derajat pemiliknya.

Well, enough talking. Makin lama kayaknya makin gak fokus deh tulisannya:-)

Inti tulisan ini sebenarnya adalah hanya bentuk ungkapan kekecewaan saya terhadap paradigma (sebagian besar) masyarakat Indonesia yang terlalu silau dan mendewakan berbagai gelar. IMHO, mindset seperti ini gak akan membawa bangsa ini menjadi bangsa yang lebih maju (CMIIW).
Sebagai penutup, saya kutip kalimat dari Carol S Dweck dalam bukunya yang berjudul “Change Your Mindset, Change Your Life” :
“Jika menginginkan perubahan kecil, garaplah perilaku anda. Jika menghendaki perubahan besar dan mendasar, garaplah mindset anda”.
Read full post »

Wednesday, July 11, 2007

Mirip Berarti Jodoh??

5 comments
“Eh, wajah kalian berdua kok mirip ya?? Wah...berarti kalian berdua memang jodoh lho..”

Sounds familiar??

Seandainya ada orang yang berkomentar seperti itu ketika berpapasan dengan saya dan pacar saya, perasaan saya pasti bakalan berbunga-bunga. Dan mungkin itu juga yang dirasain pacar saya. Mungkin. (Efeknya mungkin akan berbeda 180 derajat buat pasangan yang udah bertahun2 menikah :-p)

Komentar seperti itu emang udah jadi semacam ‘pujian’ standar buat sepasang sejoli yang sedang dimabuk cinta (halah!). Terlepas itu mungkin hanya sekedar basa basi busuk atau memang benar2 tulus memuji dari hati yang paling dangkal...eh, dalam maksudnya, komentar seperti itu akan membuat orang yang dikomentari terbang tinggi.
Komentar seperti itu juga mungkin akan membuat pikiran sang cewek tiba2 meloncat ke sebuah acara pernikahan yang megah dan sakral, lalu loncat lagi ke sebuah tempat romantis dimana dia dan pasangan serta 2 orang anaknya yang lucu2 sedang bermain dan bercanda ria dalam gerakan slow motion ala film2 hollywood (diiringi background pandangan kagum dan iri dari orang2 sekitar), kemudian meloncat lagi pada adegan dimana dia dan pasangan dalam versi yang jauh lebih tua (tetapi tetep cantik tentunya) sedang asik duduk dan tertawa di beranda rumah dikelilingi oleh anak dan cucunya.

Okeh, kembali ke lap....toooooop.
Apa iya ada kaitan antara kemiripan wajah sama jodoh??
Apa iya orang yang bentuk wajahnya lonjong akan berjodoh sama orang berwajah lonjong juga?
Apa iya orang bermata sipit gak mungkin berjodoh sama orang yang matanya belok?

Well, IMHO, kepercayaan ataupun teori yang mengkaitkan kemiripan wajah dengan jodoh ini adalah sama sekali gak bener, gak ilmiah dan gak bisa dipertanggung jawabkan. Kenapa?? Setidaknya ada tiga alasan saya :

Pertama, sampai detik ini saya belum menemukan satupun data hasil penelitian ilmiah yang membuktikan kebenaran teori ini.

Kedua, saya juga gak pernah mendengar atau membaca satupun riwayat hadits yang bisa mendasari kepercayaan seperti ini.

Dan ketiga, masa sih saya berjodoh sama Brad Pitt?? yang bener aja!! :-p

So, menurut saya kepercayaan seperti ini tuh gak lebih dari mitos konyol yang maksa banget...nget....nget...nget...
Walaupun mungkin ada beberapa pasangan suami istri yang KEBETULAN punya kemiripan dalam hal struktur wajah mereka, tentunya mereka berjodoh bukan disebabkan faktor itu. Yang pasti itu udah dituliskan 4JJ SWT di Lauhul Mahfuzh, it called TAKDIR :-)

Ehm, tetapi seandainya suatu saat nanti ternyata ada yang bisa 100% membuktikan kebenaran teori/kepercayaan ini, saya pasti bakal bela2in nyari duit yang banyak buat biaya operasi plastik biar wajah saya mirip Dian Sastro atau Sigi Wimala :-D
Read full post »

Saturday, July 07, 2007

070707

0 comments
Bagi sebagian orang, hari ini adalah salah satu hari yang paling istimewa. Gimana ngga istimewa, konfigurasi tanggal hari ini membentuk nomor cantik, unik dan sangat gampang diingat, 070707.

Banyak orang juga percaya bahwa tanggal ini adalah tanggal yang membawa keberuntungan dan keberkahan. Terbukti dari banyaknya pasangan --pesohor maupun commoner-- yang memilih tanggal ini sebagai tanggal pernikahan mereka.

Buat saya, satu2nya keistimewaan tanggal ini terletak hanya pada konfigurasi yang mudah diingat. Itu saja. Gak lebih.

Tapi buat temen2 yang ingin melakukan hal2 yang penting dan bersejarah sekaligus gampang diingat, hari ini bisa jadi adalah salah satu momen yang tepat.

Pada tanggal ini, setiap orang bisa membuat momen bersejarahnya sendiri, tanpa kecuali.

Temen2 yang pengen nembak cewek/cowok yang ditaksirnya??
Hari inilah saatnya!!
untuk ditolak kesekian kalinya.

Bapak2 yang berhasrat untuk mengutarakan keinginan berpoligami sama istrinya??
Agar memberikan kesan lebih mendalam, utarakanlah hari ini juga!!

Ibu2 hamil yang pengen anaknya punya tanggal ultah unik??
Cobalah usahain anaknya mbrojol hari ini juga sebelum jam 12 malem nanti!!
*caranya terserah deh, pokoknya sesuai minat dan bakat aja*

Temen2 yang punya obsesi pengen jalan kayang sambil bugil di jalan protokol??
Gak usah hari ini juga gak apa2 kok, milih hari apa aja pasti orang2 gampang ngingetnya kok.

Well, intinya sih... silahken manfaatkan tanggal yang istimewa ini untuk melakukan hal2 yang kamu gak pengen orang2 (atau kamu sendiri) lupain. Just create your own moment!
Gak usah lah menghubung-hubungkan tanggal ini dengan hal2 yang berbau mistis atau gaib. Karena saya percaya pada dasarnya 4JJ SWT gak menciptakan hari yang jelek, semua hari adalah baik dan diberkahi. Manusia sendirilah yang menciptakan hari baik dan hari buruk.

Cheers.. :-)
Read full post »

Thursday, March 22, 2007

Ophiuchus : Brand New Zodiac

2 comments


Guyrls..., udah pada tau belum sih kalo ternyata konstelasi zodiak yang kita kenal selama ini sebenernya ditentukan berdasarkan pergerakan matahari melalui konstelasi bintang2 sekitar 2,5 abad yang lalu.

Nah menurut para ahli astronomi (atau astrologi ya..??), dikarenakan adanya perubahan pada rotasi dan orbit bumi, ternyata sekarang ini matahari bergerak melalui 13 konstelasi rasi bintang (tidak hanya 12 seperti yang kita tau selama ini).
Okeh, ini dia susunan konstelasi rasi bintang yang baru :

Pisces (13 Maret – 19 April)
Aries (20 April – 12 Mei)
Taurus (13 Mei – 20 Juni)
Gemini (21 Juni – 19 Juli)
Cancer (20 Juli – 11 Agustus)
Leo (12 Agustus – 17 September)
Virgo (18 September – 31 Oktober)
Libra (1 November – 21 November)
Scorpius (22 November – 30 November)
Ophiuchus (1 Desember – 18 Desember)
Sagitarius (19 Desember – 18 Januari)
Capricornus (19 Januari – 17 Februari)
Aquarius (18 Februari – 12 Maret)

Hemm... itu berarti zodiak saya berubah dari Scorpio, menjadi Virgo sekarang :-p
What about yours??

Saya jadi berpikir, berita ini tentunya akan sangat ‘memukul’ buat para penggemar dan penganut horoskop atau ramalan bintang. Bayangkan saja, mungkin orang2 yang selama ini percaya banget dan sering memutuskan hal2 dalam hidupnya berdasarkan zodiaknya, pastinya akan pusing 49 keliling *hahaa...rasain kalian.... :-p*

Jangankan mereka yang zodiak-mania, saya saja yang tidak percaya zodiak jadi merasa agak2 gimanaaa gitu perasaannya setelah tau kalo zodiak saya sekarang adalah Virgo. Dari kecil saya ‘dicekokin’ kalo saya itu seorang scorpio dengan segala plus minus yang menjadi karakter seorang scorpio. Katanya watak dan kepribadian -- bahkan nasib di kemudian hari – kita dipengaruhi oleh posisi bintang saat kita dilahirkan. Terus katanya zodiak ini tuh jodohnya sama zodiak ini lah, and gak cocok sama orang berzodiak itu lah, and bla...bla...bla....

Tapi untungnya seiring bertambahnya umur, saya menganggap hocus pocus tentang zodiak ini boleh saja digunakan tapi HANYA untuk sekedar joke and fun doank, gak saya anggap serieus...eh, serius maksudnya.


Apalagi sebagai seorang muslim tentu saja sudah jelas buat saya bahwa ada konsep yang bernama TAKDIR dan IKHTIAR untuk menjelaskan tentang nasib, jodoh ataupun karir misalnya.
Sepengetahuan saya, seorang muslim yang percaya dengan ucapan peramal (ahli nujum) sama saja dianggap telah kafir kepada-NYA (CMIIW).

Well buat saya, berita ini seharusnya membuktikan dan meyakinkan kepada berjuta juta orang penganut zodiak di luar sana bahwa ramalan2 yang berdasarkan horoskop sebenernya hanyalah sekedar isapan jempol belaka. Saatnya berpikir lebih jernih dan logis. IMHO, Allah SWT ngasih kita kemampuan (terutama melalui akal dan budi yang kita miliki) untuk turut andil menentukan takdir kita sendiri. Takdir kita tidak hanya dipengaruhi oleh dibawah rasi bintang apa kita lahir. Bahkan seandainya memang itu berpengaruh sekalipun, saya meyakini pengaruhnya sangat sangat sanggaaatttt keciiiiiilll sekali, pokoknya saya berani mengatakan pengaruhnya sangat tidak RELEVAN DAN SIGNIFICANT *maaf buat Jarwo Kwat karena udah mengutip kata2 favoritnya*

Walaupun faktanya hingga sekarang ini masih banyak orang masih mempercayai ramalan bintang yang menghiasi banyak majalah2 ataupun tabloid2 di Indonesia.
Dan sudah menjadi kenyataan juga kalo astrologi masih menjadi barang dagangan yang laris manis di Indonesia sini. Untuk hal ini, di sisi lain saya juga harus mengacungi jempol untuk para astrolog yang piawai menjual ‘dagangan’ mereka melalui permainan kata2 sampai bisa mempengaruhi banyak orang dengan ramalan2 berbasis horoskop mereka. They’re truly ‘great’ marketers :-)

Okeh, sebagai penutup sekaligus kesimpulan tulisan ini, saya beranikan diri untuk mengutip firman Allah SWT :

"Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami mengadakannya. Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah."
(QS 57:22).
Read full post »

Wednesday, February 28, 2007

What's Ur Guilty Pleasure??

0 comments


Guilty pleasure. Kata itu yang tiba2 terlintas dalam pikiran saya ketika baca sms curhat dari temen saya. Udah lama juga sih gak denger istilah itu.
Guilty pleasure tuh artinya adalah suatu tindakan/perbuatan -- biasanya udah jadi kebiasaan/habit -- yang kita sadar bahwa sebenernya tindakan itu tidak baik tetapi kita tetep melakukannya juga. Dan biasanya pada tingkat yang sudah parah, kita menjadi addict untuk melakukan (apapun) perbuatan/tindakan itu.

Rasanya hampir setiap orang memiliki guilty pleasurenya masing2, dan bentuknya bisa jadi sangat beragam, dari tingkat yang paling ‘ringan’ sampai tingkat yang paling ‘berat’.

Misalnya saja ada temen saya yang bilang kalo guilty pleasurenya adalah merokok. Dia bilang sebenernya dia sadar banget kalo merokok tuh selain menguras kantongnya, juga gak baik buat kesehatannya. Tapi ya mau gimana lagi, he just can’t help it he says.

Ada juga temen cowok yang dengan semangat 45 dan bangga bilang guilty pleasurenya tuh – maaf -- on*n* alias m*st*rb*s*, hehee...gokilll !!

Masih buaaannnyakkk lagi bentuk2 guilty pleasure yang dimiliki orang2, ini dia beberapa diantaranya :
  1. Bohongin ortu (such as : korupsi uang kuliah/uang bulanan, pacaran backstreet, dan sejenisnya)
  2. Ngedrugs
  3. Minum minuman beralkohol
  4. Judi --> biasanya cowok2 penggila bola nih
  5. Reading/watching porn materials
  6. Ngelamun jorok --> ini biasanya satu paket sama point no.4
  7. Selingkuh
  8. Ngebut and ugal2an di jalanan --> biasanya bikers nih
  9. Ngegosip
  10. Buang sampah sembarangan
  11. Kencing or kentut di dalem kolam renang umum
  12. Gak mandi pagi dulu kalo mau berangkat sekolah/kuliah
  13. Nyium2 underwear sendiri (kadang2 punya orang lain kalo lagi apes) --> believe it or not, ada lho temen saya yang punya habit kayak gini
Mungkin masih banyak lagi ya orang2 yang punya guilty pleasure yang ajaib di luar sana (the world is crazy out there, u know...) . Mungkin saja di luar sana ada orang sok kreatif yang kalo pipis kakinya diangkat satu misalnya, who knows khan...? :-)

Saya sendiri termasuk tipe orang rata2 dan standard. Jadi ya guilty pleasurenya pun standard2 ajah. Guilty pleasure saya adalah memakai kostum ketat berwarna merah-biru, berkeliaran malam2 di tengah kota, berayun ayun dari gedung satu ke gedung lainnya, menumpas kejahatan dan membela yang lemah, heheeee....




Seriously sih, mungkin guilty pleasure saya banyak juga ya, salah satunya adalah saya gak bisa nahan godaan untuk tidur lagi setelah shalat subuh, and baru bangun lagi jam 8 pagi (paling cepet). Padahal khan pola hidup kayak gitu samasekali gak bisa dibenarkan ya. Bagusnya setelah subuh itu kita olahraga dikit, terus do something useful kayak ngerjain tugas kuliah/kantor misalnya. Soalnya pagi hari itu IMHO adalah waktu paling bagus untuk ngerjain sesuatu yang membutuhkan kreativitas dan pemikiran brilian. Karena saat pagi hari itu pikiran kita masih segar, fresh dan belum tercemar sama ‘aura negatif’ dari lingkungan.

Coba aja kalo pagi2 kita udah baca surat kabar, dijamin deh pikiran kita akan langsung mumet bin ruwet setelah membaca berita2 tentang tindakan kriminal dimana mana, berita tentang musibah/bencana di negara kita yang seolah2 gak ada habis2nya, berita tentang korupsi yang dilakukan secara terang2an dan ‘elegan’, berita tentang bagaimana kacau balaunya kondisi ekonomi, politik dan keamanan di negara kita, dan lain sebagainya.

Bayangin deh, kalo pagi2 kita udah baca berita2 seperti itu, apa itu gak mempengaruhi pikiran kita?? Apa mungkin pikiran kita masih bisa fresh dan rileks?? Yang ada malah bikin stress, khan?

Masih ada lagi sih beberapa guilty pleasure yang belum bisa saya hilangkan. Seperti maen CM (Championship Manager) sampe jam 3 dinihari, atau hal2 lain yang malu saya akui disini. Kayaknya gak usah saya ceritain lah ya, ndak baik mengumbar ‘aib’ sama publik :-p

So, everybody have their own guilty pleasure, right?
What’s urs ?? :-D
Read full post »

Monday, February 26, 2007

Why Teens Do Stupid Things??

0 comments
Remaja (a.k.a ABG) cenderung dicap sebagai makhluk yang ceroboh, gak pernah mikir panjang kalo mau melakukan sesuatu hal, dan sering melakukan hal2 ‘bodoh’ seperti ngerokok, nge-drugs, ngebut (terkadang sambil mabuk) di jalanan, bahkan mempraktekkan sex bebas dan tidak aman. Tipikal remaja seperti ini tidak hanya ditemukan di negara2 barat saja, tetapi juga sudah banyak bisa kita temukan di Indonesia ini.


Tapi tahukah anda * halah bahasanya ki.. :-p * bahwa menurut penelitian yang dilakukan oleh Professor Valerie F Reyna dari Cornell University, mereka melakukan semua hal2 bodoh itu bukan karena mereka tidak memikirkan resiko2 yang akan mereka hadapi, atau bukan juga karena mereka berpikir mereka itu invulnerable -- maaf, bukannya mau sok londo, tapi belum nemu padanan kata yang pas dalam bahasa Indonesia --.

Menurut penelitian yang dilakukan Professor Reyna ini, makhluk2 dengan julukan ABG ini justru lebih hati2 dalam mempertimbangkan resiko2, membutuhkan waktu lebih lama (sekitar 170 milidetik lebih lama) dibanding orang dewasa dalam mempertimbangkan pro-kontra untuk tindakan2 mereka yang beresiko tinggi itu, bahkan cenderung berlebihan memperhitungkan resiko2 yang mungkin terjadi.

Lha, kalo begitu kenapa kok mereka masih tetep aja melakukan hal2 bodoh itu??
Begini teman2...
Mereka ini (masih menurut penelitian itu) dalam membuat keputusan sering lebih ‘berat’ sama keuntungan2/kepuasan yang akan mereka raih dibanding resiko2nya. So, mereka melakukan stupid things itu bukan karena mereka gak tau atau gak mempertimbangkan dulu akibat2nya, tapi karena mereka ini masih cenderung memprioritaskan hawa nafsu mereka aja dibanding hal2 lain.
Dalam penelitian ini juga ditemukan fakta bahwa orang dewasa hampir tidak memerlukan waktu yang lama dalam memikirkan dan menimbang tindakan2 beresiko tinggi mereka. Hal ini dikarenakan orang dewasa mengumpulkan informasi tentang resiko2 tersebut secara intuitif. Sementara seorang remaja memerlukan waktu yang lebih lama untuk memikirkan dan mempertimbangkan resiko dan benefitnya buat mereka.

Jadi dengan kata lain, orang yang lebih berpengalaman -- orang dewasa dalam hal ini -- cenderung lebih mengandalkan insting (intuisi) pada saat dia menilai dan memproses suatu situasi/masalah, dibanding mempertimbangkan banyak faktor, dalam mengambil keputusan.

Malcolm Gladwell dalam bukunya berjudul “Blink” menyebut intuisi ini sebagai BLINK, kemampuan berpikir tanpa berpikir. Jadi dalam bukunya, intuisi ini merupakan kumpulan dari pengalaman yang mengendap di pikiran seseorang, sehingga pada saat dihadapkan pada suatu situasi, maka intuisi ini akan otomatis berjalan di bawah alam sadar untuk kemudian diproses dalam otak, sampai akhirnya keluarlah output berupa penerimaan (positif output) atau penolakan (negatif output). Dalam buku ini Malcolm Gladwell mencontohkan bagaimana seorang pakar seni bisa dengan cepat menyimpulkan apakah suatu barang seni asli atau tidak hanya dengan melihat benda itu beberapa detik saja. Itulah intuisi. Tingkat kepekaan intuisi seseorang tentunya akan berbeda sesuai dengan kadar pengalaman tiap orang. Saya misalnya, kalo dikasih liat lukisan Monalisa dan disuruh memperkirakan apakah lukisan itu asli atau bukan, sampai botak dan sariawan pun saya gak akan pernah bisa memperkirakan keasliannya, karena saya memang tidak mempunyai knowledge maupun pengalaman tentang seni, apalagi seni lukis.

Hemm...kok jadi melenceng ya :-)
Back to ABG topic nih. Jadi ya sekarang saya lebih bisa memahami tentang kenapa orang dewasa – umumnya – adalah pembuat keputusan yang lebih baik dibanding remaja. Karena ada satu hal yang dimiliki oleh orang dewasa, tetapi tidak dimiliki oleh remaja, yaitu pengalaman. Ketajaman intuisi seseorang sangat dipengaruhi oleh pengalamannya.

Tapi itu menimbulkan pertanyaan baru lagi buat saya.
Kalo memang secara ilmiah orang dewasa adalah pembuat keputusan yang lebih baik dibanding remaja, kenapa masih buanyaaak juga orang dewasa yang melakukan hal2 bodoh seperti halnya para remaja??
TANYA KENAPA?? * ini bukan iklan...klan....klan...klan... *

Well...?? Gimana??
Pusing ??? Tambah bingung??
Welcome to the club deh kalo gitu :-D
Read full post »

Saturday, February 03, 2007

Blog Repositioning (baca: ngeblog lagii...)

1 comments

Dear readers (kalo ada)...

Udah lama banget gak posting di blog. Padahal, selama rentang waktu vakum posting, rasanya banyak banget ide di kepala ini yang pengen diwujudkan dalam bentuk tulisan. Namun apa daya, dengan otak yang kemampuannya tak seberapa ini ide2 tersebut BELUM bisa terwujud dalam bentuk tulisan. Alasannya sih klasik, keinginan yang kurang kuat dalam dunia tulis menulis (baca : malesss...!). Faktor keinginan yang kurang kuat ini juga sebenarnya sangat ditunjang oleh alasan kedua ini, which is : gak pede. Entahlah, kadang2 suka gak pede kalo ngebaca tulisan sendiri. Apalagi setelah sering baca blog2 bagus yang berseliweran di jagat maya ini, rasanya susaaaah banget untuk bisa menulis sebaik mereka.

Tapi setelah difikir fikir.....ditimbang timbang... fikir lagi... timbang lagi... fikir lagi...timbang lagi... Akhirnya eike menetapkan hati untuk kembali konsisten di jalur dangdut, eh...maksudnya kembali konsisten untuk belajar menulis. Karena skill menulis ini adalah salahsatu skill yang amat sangat ingin eike kuasai bangeettttt booo...!!

Lagipula, kata2 seperti “Tidak Bisa”, “Sulit”, “Susah” dan temen2nya tuh harusnya gak boleh menjadi kendala buat kita untuk mencoba sesuatu, betul..??


Nah, dengan sering2 latihan nulis di blog ini, mudah2an sedikit demi sedikit skill menulis saya lama2 semakin terasah *goloook kali diasah*, and hopefully lewat tulisan, saya bisa ‘menyentuh’ banyak orang - dalam hal positif tentunya -.

Oiya, biar agak nyambung dengan judul posting kali ini, saya cuma mau bilang bahwa demi perdamaian dunia dan kenyamanan umat manusia di bumi ini, mulai saat ini saya akan lebih banyak menggunakan kata ganti ‘Saya’ dibandingkan kata ganti ‘Gue’, ‘Aku’, ‘Eike’, ‘Ana’, ‘Aye’, ‘Akika’ atau kata ganti lain.
Kenapa???
Yaaa....suka suka gw, eh...suka suka saya lah :-p
Hemm...kayaknya tetep gak nyambung ama judul posting ya.. :-?
Bae lah, bebaskeun weh nya...
Tariik manggg.....!!!

Read full post »

Tuesday, March 28, 2006

Life, Choice & Value

1 comments
“Hidup ini adalah pilihan”. Begitu kalimat yang sering banget gw denger. Mungkin emang bener ya hidup itu emang pilihan. Tapi masalahnya, pilihan siapa? Siapa yang milih jalan hidup kita? Terlepas dari takdir yang sudah digariskan oleh ALLAH SWT tentang hidup kita, idealnya sih kita sendirilah yang harus menentukan pilihan dan menentukan jalan hidup kita, karena yang ngejalanin khan kita juga. Harusnya kita sendiri lah yang menjadi arsitek dalam mendesain jalan hidup kita. Tapi kita juga gak bisa memungkiri bahwa ada buanyak sekali faktor2 di luar kita yang sangat mempengaruhi kita dalam membuat pilihan2 dalam hidup. Karena kita gak tinggal sendirian di dunia ini. Karena kita juga gak bisa hidup sendirian.

Nah, begitu juga halnya hidup gw sekarang ini. Beberapa waktu yang lalu, gw udah menyiapkan master design hidup gw. Gw udah memiliki sejuta rencana yang akan gw jalankan. Tetapi ternyata pada prakteknya, gak ada satupun rencana2 gw tersebut berjalan PERSIS seperti yang udah gw rencanakan sebelumnya. Bahkan banyak hal2 yang pada akhirnya ‘memaksa’ gw untuk melakukan pilihan2 pahit yang sebenernya gak pernah ada dalam option2 gw sebelumnya.

Dan sekarang, lagi-lagi hal ini terjadi. Gw kembali ada di persimpangan. Gw tau pada akhirnya gw pasti harus berkompromi. Selama tidak menyangkut hal2 yang bener2 prinsip buat gw, gw ngga keberatan untuk berubah. Tapi sutra lah, seandainya gw mesti ngambil keputusan yang gak sesuai dengan rencana gw, -- tapi masih sesuai dengan hati nurani gw – gw gak akan terlalu keberatan kok. Selalu ada jalan lain menuju Roma (bukan bang Haji Rhoma yaaa....). Gw bukan tipe orang yang saklek, keukeuh gumeukeuh, ngotot mesti ngelakuin hal2 sesuai dengan keinginan dan rencana gw. Buat gw, keadaan gak selalu ideal, bahkan hampir gak pernah ideal. Dalam melakukan sesuatu yang udah gw rencanakan, selalu ada modifikasi2, penyesuaian, dan adaptasi sesuai dengan kondisi yang sedang berlangsung saat itu. Apakah ini menjadikan gw sebagai orang yang plin-plan, gak teguh pendirian, and gak punya prinsip?? Mungkin iya. Tapi menurut gw sih ngga juga ya. Dalam (hampir) setiap hal, gw udah punya garis batas sendiri. Dosen SDM gw, Ibu Yuni, -- hallow ibu, kangen deh pengen ngikutin kuliah ibu lagi, yang selalu inspiring dan gak pernah bikin kita ngantuk :-) -- menyebut batas itu dengan istilah value. Nah, selama enggak berbenturan dengan value gw itu, gw masih bisa untuk bertoleransi.

Gw rasa setiap orang juga punya value masing2, dan intervalnya mungkin akan berbeda2 bagi tiap orang. Misalnya valuenya si A adalah menjadi orang yang jujur, maka si A itu dalam setiap gerak hidupnya pasti akan selalu berusaha untuk berbuat jujur, tapi mungkin si A ini masih menoleransi terhadap apa yang disebut orang dengan white lie, sehingga kadang2 si A ini masih suka ‘berbohong demi kebaikan’. Mungkin si B yang punya value sama persis dengan si A justru tidak menoleransi white lie ini, sehingga tak perduli apapun dan bagaimanapun kondisinya, si B berprinsip dia harus selalu berkata jujur dan apa adanya, karena mungkin menurut si B ini, kebohongan -- bagaimanapun bentuknya -- tetep dosa hukumnya dalam agama. Jelas khan, walaupun si A dan si B ini memiliki value yang sama, tetapi mereka berdua memiliki batas toleransi/interval yang berbeda.

Nah, mungkin ini juga sebabnya akhir2 ini masyarakat Indonesia rame2 menolak dan mendukung RUU APP. Karena setiap orang punya value dengan batasnya masing2. Bahkan gw perhatikan di milis2 yang gw ikutin, gak sedikit orang2 yang saling berdebat, saling menghujat, saling melecehkan, dan saling merendahkan tingkat intelektual lawan debatnya, demi ‘memaksakan’ kebenaran pendapatnya. Masing2 pihak merasa dia mewakili pihak yang lebih besar (baca: rakyat Indonesia) . Gw sih biasanya cuma geleng2 kepala dan kadang2 ketawa sendiri aja kalo ‘menyaksikan’ debat yang gak sehat kayak gitu. Mau nengahin, males. Mau ikutan sumbang pendapat, kayaknya malah akan memperkeruh suasana. Trus kalo diam gak ikut2an menanggapi topik tersebut, dibilangnya orang yang gak peka lah, gak perduli sama kepentingan rakyat lah, gak punya pendirian lah, egois lah. Heheee...serba salah yah :-) Emang sih, pada dasarnya kita gak bisa memuaskan setiap orang.

Well, terus terang gw juga belum bisa bersikap pro atau kontra karena gw gak pernah baca sendiri draft RUU APP ini. Gw gak mau berpendapat mengenai hal2 yang gak gw tau sama sekali, ntar malah keliatan bodoh -- persis kayak orang2 yang banyak debat di milis2 itu...heheee...

Sebenernya banyak juga sih temen2 yang ngirimin draft itu via email ke gw, tapi begitu baca halaman pertama...huuuaaahhh.....langsung ngantuk and bosen bacanya. Gw paling benci baca2 kayak gitu, bahasanya itu boow...please dech. Njelimet, bertele-tele, penuh dengan istilah2 hukum yang ngga membumi dan kadang2 ambigu, and kayaknya emang didesain sebagai alternatif obat buat orang2 yang menderita insomnia akut ;-p
Ya akhirnya gw males deh baca kelanjutannya. Gw putuskan untuk mengamati aja deh gimana nanti jadinya. Kalo ternyata RUU ini di sahkan, gw tinggal ngeliat aja gimana pelaksanaannya. Toh, gw punya value sendiri khan buat menilai apakah UU ini baik di mata gw atau ngga. Buat gw sih simple aja. Setiap orang beragama memiliki Buku Pedoman masing2. Bagi gw yang muslim, berarti Al-Qur’an dan Hadits. Nah buat gw, kedua hal itulah yang harus gw jadikan ‘manual book’ buat hidup gw. Al Qur’an & Hadits ini kedudukannya jauh lebih tinggi dari UU manapun. So, kalo misalnya UU APP nanti ternyata gak sesuai dan bertolak belakang dengan ‘manual book’ yang gw punya, tentunya gw akan mengabaikan UU ini. Tetapi kalo ternyata sesuai dengan ‘manual book’ gw, ya gw akan dengan senang hati mengikutinya. Simple khan :-)

Dah ah, makin lama ternyata gw tuh cenderung makin ngelantur ya :-)
See u all on my next posting...!!! Wassalamu’alaikum....

Read full post »

Friday, December 16, 2005

NYABU (a.k.a NYAndu BUku)

0 comments
Hari sabtu kemaren -- 10 Dec ’05 -- nyempetin jalan2 ngeliat Indonesia Book Fair di JCC Senayan (7 – 11 Desember 2005). Pamerannya keren juga lho, and kayaknya termasuk pameran buku paling besar taun ini karena diikuti oleh banyak banget penerbit2 besar. Kenapa gw bilang termasuk salah satu event pameran buku paling besar?? Karena kaki gw nyampe pegel2 setelah seharian menjelajahi semua stand2 di sana... heheeee.....Lagian gw nya juga sih yang jarang olahraga, masa cuma ngelilingin area Assembly Hall aja nyampe segitunya sih pegelnya. Udah gitu perjuangan buat nyampe JCC-nya juga cukup berat lagi, nyampe nyasar2 segala .
Padahal segitu gw udah berangkat bareng temen yang tempat kerjanya di Jakarta juga, gw pikir aman deh gak akan mungkin nyasar. Eh, ternyata gw salah milih guide....heheheee... (sorry ya fan, aku gak kapok kok jalan2 ke jakarta lagi ama kamu, abis dibawain brownies sih...;-p )
Padahal juga gw udah wanti2 sama kondektur bisnya lho...
”Bang, kalo udah nyampe JCC tolong kasih tau saya ya...”, kata gw sama kondektur sambil bayar ongkos.
Sementara temen gw yang berdiri sebelah gw kayaknya lagi sibuk celingak celinguk ke luar dengan pandangan kosong, bingung dan gak pede.
Sang kondektur sih cuma ngangguk basa-basi gitu deh. Gw juga sebenernya udah agak curiga juga dengan anggukan dia yang dimata gw keliatan basa-basi doank itu
Tapi khan Aa Gym bilang jangan suka berpasangka buruk sama orang, makanya gw sih percaya ajah, ceritanya sih berbaik sangka gitu deh ;-p.
Walhasil, gw diturunin dengan sukses di depan JDC (Jakarta Design Centre), bukannya JCC. Sedikit keki juga sih gw ama si kondektur. Tapi mungkin si kondektur salah denger kali yee. Atau mungkin sebenernya si kondektur gak tau dimana JCC tuh, soalnya ternyata kata temen gw istilah JCC tuh gak familiar di ‘dunia perkondekturan’ Jakarta. Harusnya gw bilang minta turun di Balai Sidang Senayan aja, getooh...
Ya ampyuunnn...please deh...mana gw tau JCC tuh adanya di Balai Sidang Senayan....kekekekeke.....(padahal emang gw nya aja sih yang GGBGL...Gak Gaul Banget Gitu Loh...)
Maklum deh, gw ini ‘orang kampung’ yang jarang banget maen ke kota kalo gak ada urusan yang urgent banget. Entahlah, buat gw Jakarta tuh bukan tempat yang ramah dan nyaman untuk dikunjungi, apalagi dijadiin tempat tinggal. Makanya suka heran deh sama orang2 dari daerah yang tiap tahun berbondong-bondong ‘menyerbu’ Jakarta

Okeh, mari kita balik lagi ke topik utama, which is event Indonesia Book Fair 2005. Kalo ngeliat antusiasme pengunjung, seharusnya event2 kayak gini lebih sering dilakukan. And kalo bisa sih diadainnya jangan di Jakarta terus, cobalah diadain bergantian di kota2 di seluruh penjuru nusantara tercinta inih... Sebenernya sih kalo gw liat minat baca masyarakat Indonesia itu suangaatt besar lho, yang kecil itu cuma minat belinya aja kok...heheheee....(emang buku kagak beli masss...??)

Nahhhh...(jreng...jreng....bentar lagi keluar iklan layanan masyarakat nih..) makanya sebagai solusi untuk fenomena tersebut, gw and temen2 gw buka taman bacaan di Bandung sono. Kalo bisa nyewa, ngapain mesti beli bukunya, tul gak?? Di sana orang2 bisa memuaskan hasrat bacanya sambil menikmati hidangan makanan lezat hasil karya koki2 andalan kami -- the truth is, kokinya sih kita2 juga (tapi dijamin enak lho..) -- Hayyooo...kurang apalagi cobaa....di sana khan kita jadi bisa ngasih ‘makan’ otak kita dan perut kita sekaligus. Otak jadi pintar, badan dan jiwa pun jadi sehat...kekekekeeee.....

Tapi beneran loh, gw tuh gak nyangka kalo minat masyarakat indonesia -- mungkin lebih tepatnya masyarakat Jakarta dan sekitarnya – terhadap buku ternyata lumayan besar. Padahal pada saat bersamaan, di ruangan sebelahnya itu ada juga pameran furniture yang gak kalah ‘wah’. Tapi jumlah pengunjung di pameran buku jauuh lebih banyak lho....saluuttt.....

Gw membayangkan suatu saat masyarakat di Indonesia mengalami ‘kecanduan baca’. Jadi kalo mereka gak baca buku sehari aja badannya tuh jadi panas dingin, gemeteran, sering berhalusinasi, depresi, stress, lemesss, resah, gelisah, matanya jadi merah, hidung mampet, kulit gatel2, susah buang air besar (nah lho...apa hubungannya..?? ) dan berbagai gejala lainnya yang sejenis gitu deh. Mending kecanduan baca khan, daripada kecanduan narkoba?? (nah kalo nyang ini iklan layanan masyarakat pesenan MABES POLRI...heheee )
Wah, pokoknya kalo situasi yang kayak gw bayangkan itu bener2 jadi kenyataan, gw yakin banget negara kita ini akan jadi negara maju jauh dibandingkan negara2 lainnya di belahan bumi manapun. Gak ada lagi orang yang ngisi waktu luangnya buat malakin orang2 yang lewat, ngga ada lagi orang yang ngisi waktu luangnya buat ngutak-ngatik nomor togel, gak ada lagi orang yang ngisi waktu luangnya buat mikirin uang mana lagi yang bisa dikorup. Saat itu orang2 yang mau pinjem buku di perpustakaan mesti indent dulu sebulan, saat itu orang2 yang mau baca buku di perpustakaan mesti udah jauh2 hari booking tempat duduk, saat itu keluarga yang gak punya perpustakaan pribadi di rumahnya dicap keluarga gak funky, saat itu mahasiswa S2 bisa nyelesain thesisnya cuma seminggu aja karena udah terbiasa baca (cieeeh...nyindir diri sendiri nih mas..?? ). Wah...seru lah pokoknya.

Hemmm...tapi mungkin gak ya kondisi kayak gitu bener2 jadi kenyataan....???
Eittssss....jangan pernah bilang gak mungkin, don’t be a pessimistic!! It’s a dream, it’s one of my dreams!!...hidup akan hampa rasanya kalo kita gak punya mimpi yang ingin kita wujudkan. Dan dalam hati kecil gw berharap kalo yang punya mimpi seperti ini bukan gw aja, tapi juga ada ratusan atau mungkin ribuan orang lainnya. Khan akan jauh lebih mudah toh untuk mewujudkan suatu mimpi yang sama secara gotong royong, dibanding mewujudkannya sendiri saja?

Well...untuk sementara mimpi ini gw simpen dulu baik2 deh di otak gw yang ngga seberapa ini. Mudah2an some day Allah SWT ngasih gw umur, waktu, kesempatan dan kekuatan untuk bisa mewujudkannya...Amieenn....
Read full post »

Monday, December 12, 2005

Carpe Diem!!!

0 comments
Bismillahirrahmanirrahiim…
Akhirnya gw mencoba memberanikan diri buat bikin blog. Sebelum ini sih gw selalu ragu2 gitu kalo mau nulis blog karena: pertama, gw gak pandai mengekspresikan sesuatu dalam bentuk tulisan (lisan juga sih ;-p); kedua, akses gw ke internet masih sangat terbatas, khan percuma aja nantinya kalo udah punya blog tapi jarang banget diisi, jadinya mubazir waktu & tenaga; ketiga, persatuan Indonesia (eh, itu mah pancasila yaks??)…yang ketiga sih karena gw termasuk orang introvert, so gw gak begitu biasa untuk mengekspresikan ide, pikiran, or perasaan gw buat konsumsi umum. But anyway....setelah melalui berbagai macam pertimbangan, semedi berminggu-minggu di puncak mahameru, and wangsit yang gw dapet dari mimpi-mimpi gw, akhirnya gw mutusin buat nulis blog pertama gw...and here I am....:-)


Mudah-mudahan apa yang gw tulis dan yang akan gw tulis nantinya bisa jadi sesuatu yang bermanfaat buat siapa aja yang baca, karena sebaik-baik manusia adalah manusia yang banyak memberi manfaat buat orang lain. Karena gw pengen jadi manusia seperti itu. Manusia yang bisa membuat orang lain bernapas lebih lega dengan kehadirannya, manusia yang bisa membuat beban orang lain lebih ringan dengan kehadirannya, dan manusia yang bisa membuat hidup orang lain lebih bermakna dengan kehadirannya...Insya Allah...

Otre deeeh, seperti layaknya orang yang baru pertama kali masuk ke dalam ‘dunia lain’ tentunya gw musti kudu wajib memperkenalkan diri gw dulu yaks. Nama gw Rifki, lengkapnya Rifki Chaerul Iman. Kebanyakan temen2 manggil gw Rifky aja, kalo keluarga gw and beberapa temen deket biasa manggil gw kiky (imut banget yah :-p), malah dulu ada beberapa temen di smu manggil gw sarah (it’s a long story...heheee). Saat ini gw lagi ngambil kuliah program pasca sarjana di salahsatu PTN di bandung, and lagi mencoba menyingkirkan segala kemalasan gw untuk segera menyusun thesis gw (entah kenapa bawaannya ngantuk terus tiap kali mau ngetik thesis). Sambil nyusun thesis, gw ama temen2 gw juga lagi mulai belajar berwirausaha kecil2an buat mengasah skill entrepreneurship kami, soalnya gw punya obsesi untuk menjadi seorang entrepreneur Indonesia yang mengglobal nantinya (Insya Allah...Amieen...). Intinya sih, kalo sekarang ini banyak orang ngambil jalan jihad melalui aksi bom bunuh diri, nah kalo gw pengen berjihad membangun ekonomi dan kesejahteraan umat melalui pengembangan jiwa entrepreneurship agar saudara2 seiman and sebangsa gw bisa terentaskan dari kemiskinan, karena katanya kefakiran itu dekat kepada kekafiran.

Dalam hal entrepreneurship ini gw punya beberapa role model yang gw kagumi dan menginspirasi gw untuk selalu istiqomah di jalur ini. Yang pertama tentunya Nabi Besar Muhammad SAW, yang merupakan seorang entrepreneur sejati dan merupakan sebaik-baiknya teladan bagi umat manusia (I think every one will agree about this one...). Yang kedua adalah bokap gw, walaupun beliau ini ‘cuma’ lulusan SMA tapi sampai saat ini udah berhasil membiayai kelima anaknya kuliah (satu lagi akan menyusul). Belum lagi orang2 yang beliau biayain pendidikannya. Beliau ini tipe orang yang gak banyak omong tapi pekerja keras. And above all that, beliau ini orang yang selalu jujur dalam berdagang karena beliau gak mau memberi makan keluarganya sedikitpun dari rezeki yang haram. Yang ketiga adalah Aa Gym, karena beliau ini bagi gw merupakan representasi seorang pengusaha yang selalu sebisa mungkin menjalankan usaha dengan prinsip2 islami dan mencari ridha Allah. He is the kind of ‘walk the talk’ type of person, tidak sekedar omdo (omong doank) kalo kata ABG jaman sekarang mah. Dalam kondisi dan jaman yang serba kotor seperti saat ini, beliau adalah bukti hidup bahwa berbisnispun bisa dilakukan dengan cara2 yang jujur tanpa harus menghalalkan segala cara. Yang keempat adalah Pak Purdi E Chandra (PRIMAGAMA’s founding father) dengan konsep ‘street smart’ nya. Buah pikiran beliau yang tercermin dalam artikel2/tulisan2 di berbagai media senantiasa provokatif (dalam arti yang positif) dan sangat memberi inspirasi. Dari tulisan2 beliaulah gw mendapat keyakinan bahwa siapapun bisa menjadi seorang entrepreneur yang sukses. Jadi entrepreneur itu gak musti pinter, punya bakat, de el el. Sebenernya masih banyak orang2 yang menjadi inspirasi gw, tapi kayaknya terlalu banyak deh kalo musti disebutin semuanya.

Now let’s talk about tema blog gw and sekaligus tema dari tulisan pertama gw ini yaitu : Carpe diem!!
Well, gw gak begitu tau carpe diem ini berasal dari bahasa mana, mungkin dari bahasa latin or something. Artinya kurang lebih : Rebutlah hari ini!!
Very inspiring khan artinya?? At least menurut gw sih begitu, sederhana and simple tapi punya arti yang dalem bgt. Gw gak begitu inget kapan pertama kali gw denger kata ini. Yang jelas terakhir gw denger kata carpe diem ini waktu nonton film “Pirates of Sillicon Valley”. Kata ini diucapkan oleh Steve Jobs (Apple’s founding father) di depan ratusan karyawannya waktu pertama kali melaunch produk MacIntosh untuk pertamakalinya.
You see, dalam hidup ini kita punya tiga macam hari : hari kemarin, hari ini, dan hari esok. Hari kemarin adalah hari yang sudah terjadi dan tidak bisa kita ubah lagi. Hari kemarin ‘hanya’ bisa kita jadikan sebagai pelajaran dan ambil hikmahnya, tetapi kita tidak bisa lagi melakukan sesuatu untuk mengubahnya. Hari esok adalah hari yang belum terjadi. Seringkali kita terlalu banyak menghabiskan energi dan waktu untuk mengkhawatirkan sesuatu yang belum terjadi, seringkali kita terlalu pesimistis dan takut ketika memikirkan hari esok. Mahatma Gandhi pernah bilang : “The future depends on what we do in the present.” That means kita bisa menentukan sendiri bagaimana masa depan kita, kita sendiri yang menentukan akan jadi seperti apa hari esok kita. You are never given a wish without being given the power to make it come true!! So...Carpe diem!!!.... Rebutlah hari ini!!!... Dengan merebut hari ini, berarti kita telah merebut hari esok kita. Dengan berbuat sesuatu yang positif dan produktif hari ini, berarti kita telah menciptakan masa depan yang cerah untuk kita. Kita sendirilah yang menentukan takdir kita, bukan takdir yang mengendalikan kita. Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Walaupun pada akhirnya Allah SWT yang menentukan, tetapi percaya deh, segala sesuatu yang kita lakukan tak akan luput dari penglihatan-Nya. Allah Maha Adil. Allah gak akan salah menghitung setiap tetes keringat yang kita kucurkan untuk berikhtiar mencari ridha-Nya, dan kemudian akan menampung dan mengumpulkannya sebagai tabungan amal kebaikan kita. Insya Allah...

Otre deeh, kayaknya gw udah terlalu banyak nulis prolog buat blog gw yang tidak seberapa ini. Akhir kata, semoga blog gw ini bisa memberikan banyak manfaat buat orang lain... I’ll see you all in my next writing....Amieen...Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh....

Read full post »
 

Copyright © CARPE DIEM!!! Design by Free CSS Templates | Blogger Theme by BTDesigner | Powered by Blogger