Monday, November 12, 2012

Tepang Deui Sareng Abdi Anu Ganteng Tea :-D

0 comments
Gosshh... Udah lama banget gak nulis...

Rasanya udah lupa gimana caranya bisa nulis, walaupun hanya beberapa kalimat saja... :-(

Membaca postingan2 lama di blog ini, kayaknya dulu kok gampang amat ya nulis, ngalir aja gitu.
Sekarang mah boro2 bisa kayak gitu... *jedot2in kepala*

Apa jangan2 otak saya makin sini makin tumpul ya?

Kayaknya sih salah satu faktor utamanya adalah karena saya gak serajin dulu dalam aktivitas membaca.
Entah itu baca blog orang, novel, artikel, buku2 bisnis & marketing yang selalu jadi bacaan favorit.

Apapun itu, saya gak akan mencari pembenaran ah.
Yang jelas, malam ini, jam ini, menit ini, detik ini, saya pengeeeeeeeeeennn banget bisa rajin nulis lagi.
Bukan karena saya pengen tulisan saya dibaca banyak orang.
Tapi semata2 kangen aja sama perasaan unexplainabely satisfied *bahasa apa pula ini* pada saat bisa menumpahkan ide/pikiran dalam kepala ke dalam bentuk tulisan.

Well... Mudah2an Allah SWT ngasih saya kemudahan untuk bisa memulai belajar menulis lagi.
Saya juga gak berani janji kalo saya bakal rutin nulis lagi, takut gak kesampean :-p
Doain weh nya ku sarerea :-D

Udah dulu ah, si Bunda pasti udah nungguin saya.  Dia mah suka gak bisa tidur kalo saya gak ada di sebelahnya *halah :-p*


Read full post »

Friday, June 11, 2010

Terlalu sexy untuk kerja di Bank?

0 comments
Namanya Debrahlee Lorenzana. Tinggi sekitar 165cm, berat badan sekitar 56kg.
Tadinya dia bekerja di Citibank New York City, yang berkantor di Gedung Chryssler.

Kemudian dia dipecat. Karena menurut manajemen bank dia terlalu sexy, dan mengganggu konsentrasi rekan-rekan kerjanya. Saya asumsikan rekan-rekan kerja yang dimaksud berjenis kelamin pria, sama kayak Ariel :-p

Ini ada beberapa penampakannya :


Nah, gimana?
Udah ngeces nya?


Now, tell me what do you think?
Did she deserved to be fired?
Does she really look "too hot?


(Berita dan gambar diambil dari sini)
Read full post »

Monday, December 17, 2007

Parent's Biggest Lies

2 comments
Sering kali, dengan berbagai alasan, orang tua kita seringkali ‘terpaksa’ membohongi kita. Hal ini seringkali terjadi terutama ketika kita masih culun dan cupu, yaitu pada saat usia dimana kita belum dibolehkan menonton fillm yang berisi adegan kebakaran didalamnya. Mereka ini mungkin belum menyadari bahwa membohongi anak-anak --apalagi anak sendiri-- sangatlah berbahaya dampaknya bagi perkembangan jiwa anak, serta tidak lupa juga dapat menyebabkan kanker, impotensi, gangguan terhadap kesehatan dan pertumbuhan janin :-p

Banyak sekali jenis2 bohong yang biasanya mereka lakukan terhadap kita, anak2nya yang lucu dan imut itu. Misalnya saja kebohongan seperti ini :

“Ssttttt....jangan nangis, kedengeran ngga ada suara genderuwo (atau bisa juga jenis dedemit lainnya, sesuai dgn budaya dan kepercayaan setempat) di belakang rumah yang ngikutin suara kamu??” *tak lupa sambil berakting memasang wajah mencekam dan misterius, pokoknya akting yang layak dianugerahi piala Oscar lah*
Biasanya kebohongan ini dibantu oknum lain --bisa sang ayah, kakak, tante, om, atau pembantu-- yang akan berperan sebagai suara sang makhluk misterius.

Atau mungkin ada yang pernah mengalami dibohongi dengan modus seperti ini :

“Ngga sayang, mama gak akan mungkin nyakitin kamu. Mama cuma pengen liat sebelah mana gigi kamu yang goyang itu, biar bisa mama obatin. Yuk sayang, coba dibuka mulutnya yaa....aaaaaa...”
Sepersekian detik setelah sang anak membuka mulut, sekonyong-konyong terjadilah adegan berdarah dimana sang mama mencabut dengan paksa si gigi tanpa dosa itu, diikuti dengan jeritan menyayat hati sang anak. (Ini termasuk kekerasan dalam rumah tangga atau ngga yah? :-D)

Hemm....and they called it white lies. Berbohong demi kebaikan kita, anak2nya...
Padahal khan bohong mah tetep aja bohong yah. Dosa tau.

Well, dari sekian banyak white-lies yang dilakukan oleh orang tua saya dulu, ada satu kebohongan mereka yang hingga saat ini masih belum dapat saya terima dengan hati yang lapang. Yaitu kebohongan seperti ini:

“Sayang, disunat tuh, gak sakit lho. Rasanya kayak digigit semut doang kok..., percaya deh sama mama.”
DIGIGIT SEMUT?? SEMUT DARI HONGKONG??!!
Sungguh ini merupakan FITNAH yang sangat keji buat bangsa semut. Benar-benar pembunuhan karakter bagi bangsa semut.
Diemut singa kelaperan mungkin analogi lebih tepat buat menggambarkan rasa takut dan rasa sakit yang saya rasain waktu itu.
(Hingga beberapa tahun kemudian, masalah kekuatan gigitan semut ini masih jadi misteri besar buat saya).

Anyway, setelah segede ini, saya baru bisa ngerti kenapa mereka melakukan kebohongan2 putih seperti itu. They really did those things for my own good. And I forgive them for that :-D.

Tapi itu gak membuat saya berencana melakukan hal2 seperti itu sama anak2 saya nanti ya. Selama masih ada cara untuk gak membohongi mereka (anak2 saya nanti maksudnya), saya gak akan ‘menipu’ mereka.

In fact, saya masih mikirin kira2 apa yah yang akan saya katakan sama anak saya nanti untuk membujuk dia supaya mau disunat. Ehm, mungkin kata2nya seperti ini ya :

“Anakku, dalam hidup setiap wanita, ada saat dimana mereka berada dalam kondisi antara hidup dan mati, dimana mereka mengalami kesakitan yang luar biasa, dimana saat itu jarak dengan kematian begitu dekat. Itulah saat mereka berjuang melahirkan anaknya. Mereka rela mempertaruhkan hidupnya demi kehidupan yang akan keluar dari rahimnya. Karena mereka, para wanita ini, tahu bahwa rasa sakit yang mereka derita itu akan sebanding dengan kebahagiaan yang mereka dapat setelahnya.”

Pada detik ini, mungkin anak saya akan terbengong2 dan berpikir ayahandanya sedang kerasukan Prabu Siliwangi atau Mahatma Gandhi. Atau mungkin dia hanya berpikir ayahandanya cuma salah makan aja.

Tapi saya gak akan peduli, dan tetep melanjutkan :

“Nah, kita laki-laki pun memiliki momen heroik seperti itu, nak. Momen itu adalah momen dimana bagian vital tubuh kita diiris-iris sama orang yang sama sekali gak kita kenal, orang yang kita gak tau ketulusan niatnya dan kebersihan hatinya, yang bisa saja berpura2 kebablasan motong dengan alasan terbawa suasana. Apakah ada momen yang lebih menakutkan dan menegangkan dari itu, nak??”

Pada saat itu anak saya pasti masih termangu dan berpikir : Ok. Positif. Ayahandaku emang ‘sakit’.

Tapi saya tau setelah itu saya gak perlu meneruskan ‘wejangan’ saya buat anak saya. Karena pada saat itu juga anak saya akan berkata : “Ayah, cukup!! Tolong jangan diteruskan. Aku mau melakukan apa saja asalkan ayah gak ngomong lagi. Apalagi cuma disunat. Disunat berkali2 pun aku mau deh....aku mohon...berhenti ngomongnya yah..??”

See?? It would work, wouldn’t it?
And then I wouldn’t have to lie to him, right??

Moral of the story : kayaknya emang lebih praktis ngebohongin anak aja kali yee...hehee...
Read full post »

Friday, February 23, 2007

English Or German??

1 comments
Salahsatu joke yang beredar di internet yang paling smart dan lucu menurut saya. Salut deh buat yang bikin joke ini :-)


The European Commission has just announced an agreement whereby English will be the official language of the European Union rather than German, which was the other possibility.

As part of the negotiations, the British Government conceded that English spelling had some room for improvement and has accepted a 5-year phase-in plan that would become known as "Euro-English".

In the first year, "s" will replace the soft "c". Sertainly, this will make the sivil servants jump with joy. The hard "c" will be dropped in favour of "k". This should klear up konfusion, and keyboards kan have one less letter.

There will be growing publik enthusiasm in the sekond year when the troublesome "ph" will be replaced with "f". This will make words like fotograf 20% shorter.

In the 3rd year, publik akseptanse of the new spelling kan be expekted to reach the stage where more komplikated changes are possible.
Governments will enkourage the removal of double letters which have always ben a deterent to akurate speling.
Also, al wil agre that the horibl mes of the silent "e" in the languag is disgrasful and it should go away.

By the 4th yer people wil be reseptiv to steps such as replasing "th" with "z" and "w" with "v".

During ze fifz yer, ze unesesary "o" kan be dropd from vords kontaining "ou" and after ziz fifz yer, ve vil hav a reil sensi bl riten styl.

Zer vil be no mor trubl or difikultis and evrivun vil find it ezi tu understand ech oza. Ze drem of a united urop vil finali kum tru.
Read full post »

Wednesday, February 21, 2007

Tenjewberrymuds

8 comments
To get the full effect, this should be read aloud. You will understand what 'tenjewberrymuds' means by the end of the conversation. This has been nominated for the best email of 2005.
The following is a telephone exchange between a hotel guest and room-service, at a hotel in Asia , which was recorded and published in the Far East Economic Review :

Room Service (RS) : "Morrin. Roon sirbees."
Guest (G) : "Sorry, I thought I dialed room-service."
RS : "Rye ..Roon sirbees..morrin! Jewish to oddor sunteen??"
G : "Uh..yes..I'd like some bacon and eggs."
RS : "Ow July den?"
G : "What??"
RS : "Ow July den?...pryed, boyud, poochd?"
G : "Oh, the eggs! How do I like them? Sorry, scrambled please."
RS : "Ow July dee baykem? Crease?"
G : "Crisp will be fine."
RS : "Hokay. An Sahn toes?"
G : "What?"
RS : "An toes. July Sahn toes?"
G : "I don't think so."
RS : "No? Judo wan sahn toes??"
G : "I feel really bad about this, but I don't know what 'judo wan sahn toes' means."
RS : "Toes! toes!...Why jew don juan toes? Ow bow Anglish moppin we bodder?"
G : "English muffin!! I've got it! You were saying 'Toast.' Fine. Yes, an English muffin will be fine."
RS : "We bodder?"
G : "No...just put the bodder on the side."
RS : "Wad?"
G : "I mean butter...just put it on the side."
RS : "Copy?"
G : "Excuse me?"
RS : "Copy...tea...meel?"
G: "Yes. Coffee, please, and that's all."
RS : "One Minnie. Scramah egg, crease baykem, Anglish moppin we bodder on sigh and copy....rye??"
G : "Whatever you say."
RS : "Tenjewberrymuds."
G : "You're very welcome."
Read full post »

Monday, February 19, 2007

What Every Man Wants...

0 comments

Read full post »
 

Copyright © CARPE DIEM!!! Design by Free CSS Templates | Blogger Theme by BTDesigner | Powered by Blogger