Wednesday, November 14, 2012

Bersiaplah Menjawab Pertanyaan Sulit dari Pelanggan

0 comments

Tidak ada seorang pebisnispun yang ingin dihadapkan pada pertanyaan2 yang sulit dijawab, apalagi pertanyaan itu berasal dari pelanggan prospektif yang susah untuk diyakinkan. Sialnya, seringkali jawaban yang kita berikan justru akan menjadi penentu apakah kita bisa meyakinkan mereka untuk menggunakan produk/jasa kita atau tidak.  Berikut tips yang saya dapat dari HBR (Harvard Business Review) :

  • Klarifikasi/ulangi pertanyaan sebelum menjawab.  Ulangi pertanyaan dari pelanggan, dengan menggunakan kalimat kita sendiri, atau minta pelanggan untuk menjelaskan lebih jauh tentang pertanyaannya.  Itu akan menghindarkan kita terlihat bodoh karena memberikan jawaban yang sebenarnya bukan maksud dari pertanyaan mereka.
  • Berikan jawaban dari sudut pandang seorang pakar.  Pelanggan anda akan cenderung lebih mempercayai seorang "konsultan" yang telah lama dalam suatu bidang tertentu, dibanding seorang salesman biasa yang mengerti cara kerja suatu produk.  Tunjukkan bahwa anda bisa menggunakan keahlian anda untuk memecahkan masalah mereka.
  • Tetap tenang. Terlepas dari apapun pertanyaannya, percaya diri saja dan tidak usah bersikap defensif.

Demikian tipsnya.  

Menurut saya, ada satu point terpenting yang seharusnya dilakukan :  Be honest :-)
Saya yakin pelanggan akan lebih menghargai kalo kita jujur dibanding memberikan jawaban sok tahu.



Read full post »

Monday, November 12, 2012

Tepang Deui Sareng Abdi Anu Ganteng Tea :-D

0 comments
Gosshh... Udah lama banget gak nulis...

Rasanya udah lupa gimana caranya bisa nulis, walaupun hanya beberapa kalimat saja... :-(

Membaca postingan2 lama di blog ini, kayaknya dulu kok gampang amat ya nulis, ngalir aja gitu.
Sekarang mah boro2 bisa kayak gitu... *jedot2in kepala*

Apa jangan2 otak saya makin sini makin tumpul ya?

Kayaknya sih salah satu faktor utamanya adalah karena saya gak serajin dulu dalam aktivitas membaca.
Entah itu baca blog orang, novel, artikel, buku2 bisnis & marketing yang selalu jadi bacaan favorit.

Apapun itu, saya gak akan mencari pembenaran ah.
Yang jelas, malam ini, jam ini, menit ini, detik ini, saya pengeeeeeeeeeennn banget bisa rajin nulis lagi.
Bukan karena saya pengen tulisan saya dibaca banyak orang.
Tapi semata2 kangen aja sama perasaan unexplainabely satisfied *bahasa apa pula ini* pada saat bisa menumpahkan ide/pikiran dalam kepala ke dalam bentuk tulisan.

Well... Mudah2an Allah SWT ngasih saya kemudahan untuk bisa memulai belajar menulis lagi.
Saya juga gak berani janji kalo saya bakal rutin nulis lagi, takut gak kesampean :-p
Doain weh nya ku sarerea :-D

Udah dulu ah, si Bunda pasti udah nungguin saya.  Dia mah suka gak bisa tidur kalo saya gak ada di sebelahnya *halah :-p*


Read full post »

Friday, June 11, 2010

Terlalu sexy untuk kerja di Bank?

0 comments
Namanya Debrahlee Lorenzana. Tinggi sekitar 165cm, berat badan sekitar 56kg.
Tadinya dia bekerja di Citibank New York City, yang berkantor di Gedung Chryssler.

Kemudian dia dipecat. Karena menurut manajemen bank dia terlalu sexy, dan mengganggu konsentrasi rekan-rekan kerjanya. Saya asumsikan rekan-rekan kerja yang dimaksud berjenis kelamin pria, sama kayak Ariel :-p

Ini ada beberapa penampakannya :


Nah, gimana?
Udah ngeces nya?


Now, tell me what do you think?
Did she deserved to be fired?
Does she really look "too hot?


(Berita dan gambar diambil dari sini)
Read full post »

Thursday, January 08, 2009

Hierarki Dunia Kerja

0 comments

Read full post »

Thursday, December 04, 2008

My Name is.... Sung Eun Byung

3 comments
Dapet forward-an email dari temen.

Lumayan juga nih buat iseng :-)


CARI TAU NAMA KOREA MU!

Caranya : 

1. Nama depan adalah angka terakhir pada tahun kelahiran kamu

Contoh: 
1977 =7 = Lee 

0: Park 
1: Kim 
2: Shin 
3: Choi 
4: Song 
5: Kang 
6: Han 
7: Lee 
8: Sung 
9: Jung 

2. Nama tengah adalah bulan kelahiran kamu 
    
Contoh: Februari =2 = Ji 

1: Yong 
2: Ji 
3: Je 
4: Hye 
5: Dong 
6: Sang 
7: Ha 
8: Hyo 
9: Soo 
10: Eun 
11: Hyun 
12: Rae 

3. Nama belakang adalah tanggal kelahiran kamu

Contoh: 23 = Ki 

1: Hwa 
2: Woo 
3: Joon 
4: Hee 
5: Kyo 
6: Kyung 
7: Wook 
8: Jin 
9: Jae 
10: Hoon 
11: Ra 
12: Bin 
13: Sun 
14: Ri 
15: Soo 
16: Rim 
17: Ah 
18: Ae 
19: Neul 
20: Mun 
21: In 
22: Mi 
23: Ki 
24: Sang 
25: Byung 
26: Seok 
27: Gun 
28: Yoo 
29: Sup 
30: Won 
31: Sub


So.... berdasarkan aturan diatas, nama korea saya adalah Sung Eun Byung (aneh banget sih??)

Read full post »

Friday, November 14, 2008

Pitnaahhh!!!!

0 comments

Read full post »

Sunday, October 12, 2008

Blog = Personal Diary??

0 comments

Om saya, Guy Kawasaki, dulu pernah bilang, menulis di blog jangan seperti menulis di diary, tetapi menulislah seperti hendak menulis sebuah artikel atau buku, agar ada gunanya untuk siapapun yang membaca.

 

Kemudian, sesuai petunjuk om saya yang saya kagumi itu, akhirnya saya meniatkan diri untuk tidak menulis di blog, kecuali ada hal-hal yang bisa diambil manfaatnya oleh siapapun yang membaca.

 

Namuuuunnnnn…. Seperti biasa, segala hal yang sudah kita niatkan atau rencanakan, tidak selalu berjalan dengan mudah.  Salah satu kesulitan terbesar adalah, terkadang ada buah pikiran yang akhirnya terwujud dalam bentuk tulisan yang ‘tidak layak baca’.  Entah dalam bentuk keluhan, kesedihan, kemarahan, cemoohan, sindiran, umpatan, atau bahkan caci maki.  Memformulasikan sesuatu yang negatif dalam kepala kita, menjadi sebuah tulisan yang bergizi tinggi, amatlah sulit.  Memerlukan latihan seumur hidup.

 

Jadi, apakah ini berarti kita harus menulis yang baik2 saja di blog? 

 

Well, here what I thought

Menurut saya, tulisan di blog kita adalah salah satu cerminan dari siapa diri kita. Konon katanya, kebebasan berekspresi merupakan salah satu hak asasi manusia yang harus dijunjung tinggi-tinggi.  Jadi pada dasarnya, for the sake of human rights, setiap orang berhak menulis apapun yang dia mau, baik ataupun buruk. 

 

Tetapi…. Walaupun saya percaya bahwa dalam tulisan seburuk apapun selalu ada hal positif yang bisa diambil,  tetap saja akan lebih bijak rasanya jika kita lebih berhati2 dalam menulis di blog.  Apalagi jika tulisan2 kita termasuk kategori ‘tidak layak baca’. Terlebih lagi, udah masuk kategori ‘tidak layak baca’, masuk kategori ‘kebohongan publik’ pula.  

 

Bagaimanapun, blog bukanlah personal diary. Sekali kita mengupload tulisan di internet (baca : blog), maka Yeti di gunung himalaya pun bisa mengaksesnya (Lebay Mode : ON).  Nah, jika seekor Yeti aja bisa mengakses, apalagi teh Yeti yang orang Garut *garing*.  Kalo teh Yeti Asgar (Asli Garut) juga bisa mengakses, apalagi orang2 yang kita kenal, orang2 yang kita sindir, orang2 yang kita cemooh dalam tulisan kita.  Kita gak tau hati dan perasaan siapa yang akan terluka karena tulisan kita.  Dan tentunya kita tidak pernah menginginkan siapapun terluka karena tulisan kita khan? :-)

Read full post »

Tuesday, September 30, 2008

Curhat di Akhir Ramadhan

0 comments

“Tuhan menjanjikan keselamatan pendaratan, bukan ketenangan perjalanan.”

(peribahasa Bulgaria)

 

Hari ini adalah hari terakhir di bulan Ramadhan.  Beberapa saat lagi, bulan yang mulia ini akan segera meninggalkan kita.  Sejujurnya, saya gak tau apakah harus bergembira, lalu menyiapkan pesta dan bersuka ria merayakan “hari kemenangan”?  Atau justru harus bersedih karena akan ditinggalkan bulan mulia yang penuh dengan obral pahala dan rahmat Allah SWT ini? 

(FYI, para sahabat Rasulullah SAW menangis ketika mencapai ujung Ramadhan. Mereka takut dan khawatir tidak dapat berjumpa dengan Ramadhan lagi)

 

Yang jelas, bulan Ramadhan tahun ini adalah Ramadhan yang paling berat dan melelahkan buat saya.  Lahir dan bathin. Allah SWT memberi saya kehormatan, dengan memberikan ujian2 bertepatan dengan bulan Ramadhan tahun ini. Menguras sebagian besar energi saya.

 

Well, di saat saya belum tau sampai dimana ujung dari ujian2 ini, ada satu hal yang saya tau dengan pasti dan saya yakini : I will survive.  Bagaimanapun skenario yang disiapkan Alllah buat saya, saya yakin akan bisa melaluinya.  Saya harus bisa melaluinya.  Sejauh yang saya tahu, Allah tidak pernah menjanjikan bahwa menjalani hidup (sesuai perintah-NYA) itu akan mudah.  Allah juga tidak menjanjikan kemudahan hidup buat orang2 yang sepanjang hidupnya dihabiskan untuk beribadah kepada-NYA. 

 

Tetapi, Allah menjanjikan bahwa sesungguhnya bersama kesulitan, ada kemudahan.  Allah menjanjikan tempat yang mulia di sisi-NYA untuk orang2 yang bersabar.  Allah menjanjikan satu tempat di surga untuk orang2 yang bisa bersikap ikhlas disaat ujian demi ujian menimpa mereka.  Dan mesti diingat : gak seperti janji manusia, sesungguhnya janji Allah itu pasti. 

Allah tidak akan memberikan begitu saja tiket masuk ke surga buat kita.  Tiket itu hanya akan didapatkan oleh orang2 yang memang benar2 memperjuangkannya.  Kita harus berjuang, sampai titik darah penghabisan, agar termasuk orang yang layak mendapatkan satu tiket idaman itu. 

 

Dan sekali lagi, itu semua gak akan mudah….

Read full post »

Friday, August 01, 2008

Menguak Luka Lama : Adam Air

0 comments
Pada tanggal 1 Januari 2007, sebuah pesawat Boeing 737 milik maskapai penerbangan Adam Air mengalami musibah yang mengenaskan.  Di dalam cuaca yang buruk, pesawat ini jatuh terhempas di perairan Majene Sulawesi Barat.  Dalam musibah itu, seluruh 96 penumpang dan 6 awak pesawat tersebut menemui ajalnya.

Hari ini, tanggal 1 Agustus 2008 sekitar jam 11 malam, di salah satu stasiun tv swasta, saya menyaksikan --lebih tepatnya mendengarkan-- rekaman dari blackbox pesawat tsb.  Rekaman tersebut berisi percakapan sang pilot dan co-pilot pada saat-saat terakhir sebelum pesawat tersebut hancur menerjang lautan.

Masya Allah, saya gak bisa menggambarkan emosi yang saya rasakan pada saat mendengarkan rekaman tersebut.  Seperti ada sesuatu yang meluap dari diri saya yang hendak meledak keluar, entah itu perasaan sedih, entah perasaan takut, entah perasaan marah, entahlah....saya tidak tahu.
Yang saya tahu, mata saya berkaca-kaca..

Pada saat yang sama, mungkin banyak keluarga korban yang juga menyaksikan tayangan tersebut.  Saya gak berani membayangkan perasaan seperti apa yang mereka rasakan saat itu.  Pastinya beribu kali lipat lebih pedih dibanding yang saya rasakan.  Disaat mereka sudah mulai mencoba melanjutkan hidupnya, tiba-tiba mereka kembali diingatkan dengan kejadian yang membuat mereka kehilangan orang-orang yang mereka cintai..

Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa dan Maha Tahu.  Tak ada satupun di dunia ini yang luput dari kehendak-Mu.  Mudah2an, seperti halnya sang pilot dan co-pilot,  semua korban meninggal dalam keadaan mengingat-Mu.  Dan karena itulah, mudah2an Engkau akan memudahkan jalan mereka di akhirat sana.  Amin. 


p.s : Saya belum pernah berkesempatan menyampaikan duka cita saya buat keluarga korban.  Tulisan saya ini adalah bentuk penyampaian duka cita saya buat para keluarga korban.

Read full post »

Sunday, July 27, 2008

Bersediakah Kau Menikahimu?

0 comments

Engga.  Gak ada sedikit pun yang salah dalam kalimat judul di atas. Pun gak ada hubungannya dengan menuduh spesies manusia sebagai makhluk hermaphrodite :-p

 

Saya menemukan kalimat itu dalam salah satu artikel dalam buku berjudul “Satu Tiket ke Surga”. 

 

Hmm… penulis kalimat ini mengajak kita berpikir tentang ‘sepak terjang’ kita selama ini, tingkah laku kita, kebiasaan2 kita, sifat2 kita, kemudian mengajak kita untuk berandai-andai :

Jika kamu berkenalan dengan seseorang (yaitu dirimu sendiri), yang memiliki karakteristik, tingkah laku dan semua sifat2 yang ada didirimu, bersediakah kamu menikahinya?

 

Interesting point of view, right? 

Jujur, kalimat itu ‘nonjok’ banget buat saya.  ‘Nendang’ banget.  ‘Mukul’ banget.

Karena waktu saya menanyakan kepada diri saya sendiri, Bersediakah aku menikah denganku?”.  Alih2 memberikan jawaban “iya” yang mantap, pikiran saya malah menjawab : "ehmm…gimana yaa…bersedia ngga yaa… ya udah bersedia deh." *pake kata ‘deh’ pula…sigh…*

 Padahal, kepengennya saya sih, pertanyaan itu dijawab dengan “ya iya laahhh… pengen banggeeeettt….siapa juga gitchu lowh yang gak mau nikah sama cowok idaman seperti saya” *yang pengen muntah, sok muntah dulu aja*  :-D

 

Well, kebanyakan orang akan menetapkan standar yang tinggi dalam menentukan kriteria pasangan hidup mereka.  Kadang standar yang gak masuk akal malah. 

Coba deh, masuk akal gak sih kalo seorang cewek mengidamkan seorang suami yang memiliki ketampanan seperti Nabi Yusuf, kekayaan seperti Nabi Sulaiman, kesabaran seperti Nabi Ayyub, dan keagungan akhlak seperti Rasulullah SAW?

Ok. Contohnya memang terlalu ekstrim.  Tapi intinya sih begitu lah kira2. 

 

Nah, ternyata… daripada disibukkan dengan ritual membuat daftar kriteria yang terlalu muluk, kenapa kita gak bercermin saja dulu pada tingkah laku kita dan sifat kita sekarang ini.  Alangkah lebih baiknya kalau waktu yang kita punya kita gunakan untuk melakukan hal2 yang bisa mengubah jawaban kita dari “ehm, gimana ya” menjadi “iya banjjjeetttss”.

 

IMHO, ini adalah satu cara baru untuk melakukan refleksi diri, bermuhasabbah.

Dengan sedikit imajinasi, kita bisa memodifikasi kalimat/pertanyaan itu menjadi

“Bersediakah aku berteman denganku?”

“Maukah aku mencintaiku?”

atau

“Bersediakah aku mempunyai anak sepertiku?”


Saya rasa, dengan mengajukan pertanyaan2 seperti itu, (mudah2an) bisa menggerakkan kita untuk berubah dan mengubah apapun hal didalam diri kita yang tidak baik.  Jika bukan kita yang mengubah perilaku kita sendiri, siapa lagi coba.  Allah tidak akan mengubah kita jika kita sendiri menolak untuk mengubah perbuatan dan sifat2 kita.  Semuanya terserah kita.  Ubah diri kita sendiri, atau kalau tidak, kita tidak akan pernah berubah 

Read full post »

Monday, July 14, 2008

Berita Duka Cita (Man Only)

0 comments

Telah meninggal dunia, Mak Erot, 'pahlawan' dari ribuan (mungkin jutaan) kaum Adam.

Buat para CALON pelanggan yang ditinggalkan, semoga di beri ketabahan dan kekuatan dalam menerima berita ini.

Untuk sekedar menghibur anda semua, ingatlah kata pepatah : Size Doesn’t Matter :-D

 

(sumber : berbagai news site di dunia maya)

Read full post »

Thursday, April 24, 2008

Alkisah Makhluk Bernama TRUST

0 comments

“It takes years to build trust, and a few seconds to destroy it”

- Confucius -

 

Trust atau rasa percaya, IMHO,  merupakan salah satu faktor esensial dalam hubungan antar manusia, apapun jenis hubungannya. 

Dalam suatu perusahaan misalnya, seorang atasan akan lebih memilih karyawan dengan skill biasa saja tetapi bisa dipercaya, dibanding memilih karyawan yang skillnya di atas rata2 tetapi tak bisa dia percaya.

Begitu juga dalam hal memilih partner bisnis, selain dengan keluarga dekat, saya lebih memilih untuk bermitra dengan teman2 lama saya, yang sudah saya kenal benar karakternya, juga track recordnya.

Apalagi dalam memilih pasangan hidup, faktor trust ini adalah salah satu faktor utama buat saya.  Saya harus memilih pasangan hidup yang sangat saya percayai.  Saya harus percaya pasangan saya akan menjadi istri yang baik buat saya.  Saya harus percaya pasangan saya akan menjadi ibu yang luar biasa buat anak2 saya. Saya harus percaya pasangan saya akan menjadi menantu yang menyayangi dan menghormati kedua orang tua saya.  Dan saya juga harus percaya pasangan saya adalah seorang istri yang dapat mengantarkan saya menuju surga nantinya.

Bagi manusia (sebagai makhluk sosial), yang selalu berhubungan dengan orang lain, trust ini tentunya akan sangat penting artinya. Kesuksesan kita akan sangat dipengaruhi oleh kepercayaan orang lain terhadap kita.  Semakin sedikit orang bisa mempercayai kita, maka peluang kita untuk sukses akan semakin kecil. 

Coba aja bayangkan, bagaimana atasan kita mau mempromosikan kita kalau dia tidak percaya sama kita?  

Bagaimana orang2 mau membeli produk yang kita jual, kalau mereka tidak percaya sama kita?  

Bagaimana orang2 mau berbisnis dengan kita, kalau mereka tidak mempercayai kita?  

Dan bagaimana mungkin teman2 atau pasangan kita bisa mencintai kita, jika mereka tidak mempercayai kita?  Sok geura bayangkeun we lah…

 

Well, untuk sedikit menambah pengetahuan tentang makhluk bernama trust ini, saya akan mencoba menuliskan kembali apa yang saya dapat dari sini, tentang makhluk ini sesingkat yang saya bisa. 

Nah, konon katanya, trust ini mengandung empat elemen penting, yaitu :

 

-     Pertama, trust berhubungan erat dengan kewajiban/tanggung jawab (obligation), yaitu kewajiban kita untuk menjaga kepentingan orang lain, seperti halnya kita menjaga kepentingan diri kita sendiri.  Kita akan lbisa mendapatkan trust jika kita menyadari kewajiban ini.  IMHO, elemen ini mungkin berhubungan erat dengan akhlak seseorang.  Seseorang yang berakhlak baik akan merasa berkewajiban untuk berbuat baik kepada sesama.

 

-       Kedua, trust tidak mungkin ada tanpa integritas (integrity).  Kita tidak akan pernah bisa mempercayai orang yang tidak bertindak/berkata jujur, ataupun orang yang dalam tindakannya mempunyai agenda tersembunyi.  Istilah gaulnya “ ada udang di balik batu”.  Sekali saja kita mengatakan suatu kebohongan, maka akan merusak kepercayaan dari orang2 yang merasa dibohongi.  IMHO, jika kita merekayasa suatu cerita (atau data) untuk mendapatkan perhatian, cepat atau lambat orang akan mengetahuinya.  Dan ketika orang mengetahuinya, kita akan merasakan hukumannya.  Bisa jadi untuk waktu yang sangat lama.

 

-       Elemen ketiga adalah keterbukaan (openness). Walaupun bukan sesuatu hal yang gak mungkin buat kita untuk mempercayai orang yang ‘penuh rahasia’, tetapi kita akan lebih mudah mempercayai seseorang yang terbuka sama kita, bener gak?? 

 

-       Elemen terakhir adalah menepati janji (keeping promises).  Orang yang tidak melakukan apa yang dia janji akan lakukan, adalah orang yang tidak bisa dipercaya.  Maka dari itu, selalu usahakan untuk menepati janji kita, apapun yang terjadi.  Jangan menjanjikan sesuatu yang kita tidak tahu bisa tepati atau nggak.  Nasehat ini berlaku (terutama) buat saya sendiri, yang kadang2 masih suka ‘ingkar’ janji 

 

Ehm…setelah saya pikir2 yah, ternyata saya juga masih punya banyak pe-er nih untuk bisa menjadi seseorang yang layak dipercaya, a trustworthy man 

 

Duh…tulisan hari ini serius banget ya..hiks…

Read full post »

Friday, March 21, 2008

Nasihat Ibrahim bin Adham

0 comments
Suatu ketika Ibrahim bin Adham, seorang alim yang terkenal zuhud dan wara'nya, melewati pasar yang ramai. Selang beberapa saat beliau pun dikerumuni banyak orang yang ingin minta nasehat. Salah seorang di antara mereka bertanya, "Wahai Guru! Allah telah berjanji dalam kitab-Nya bahwa Dia akan mengabulkan doa hamba-Nya. Kami telah berdoa setiap hari, siang dan malam, tapi mengapa sampai saat ini doa kami tidak dikabulkan?"

Ibrahim bin Adham diam sejenak lalu berkata, "Saudara sekalian. Ada sepuluh hal yang menyebabkan doa kalian tidak dijawab oleh Allah.”

Pertama, kalian mengenal Allah, namun tidak menunaikan hak-hak-Nya.
Kedua, kalian membaca Al-Quran, tapi kalian tidak mau mengamalkan isinya.
Ketiga, kalian mengakui bahwa iblis adalah musuh yang sangat nyata, namun dengan suka hati kalian mengikuti jejak dan perintahnya.
Keempat, kalian mengaku mencintai Rasulullah, tetapi kalian suka meninggalkan ajaran dan sunnahnya.
Kelima, kalian sangat menginginkan surga, tapi kalian tak pernah melakukan amalan ahli surga.
Keenam, kalian takut dimasukkan ke dalam neraka, namun kalian dengan senangnya sibuk dengan perbuatan ahli neraka.
Ketujuh, kalian mengaku bahwa kematian pasti datang, namun tidak pernah mempersiapkan bekal untuk menghadapinya.
Kedelapan, kalian sibuk mencari aib orang lain dan melupakan cacat dan kekurangan kalian sendiri.
Kesembilan, kalian setiap hari memakan rezeki Allah, tapi kalian lupa mensyukuri nikmat-Nya.
Kesepuluh, kalian sering mengantar jenazah ke kubur, tapi tidak pernah menyadari bahwa kalian akan mengalami hal yang serupa."

Setelah mendengar nasehat itu, orang-orang itu menangis.

Dalam kesempatan lain Ibrahim kelihatan murung lalu menangis, padahal tidak terjadi apa-apa. Seseorang bertanya kepadanya. Ibrahim menjawab, "Saya melihat kubur yang akan saya tempati kelak sangat mengerikan, sedangkan saya belum mendapatkan penangkalnya. Saya melihat perjalanan di akhirat yang begitu jauh, sementara saya belum punya bekal apa-apa. Serta saya melihat Allah mengadili semua makhluk di Padang Mahsyar, sementara saya belum mempunyai alasan yang kuat untuk mempertanggungjawabkan segala amal perbuatan saya selama hidup di dunia."


(sumber : milis Daarut Tauhiid)

Read full post »

Sunday, February 10, 2008

Judge the cover. Read the book!!

0 comments
Don't judge a book by its cover.
Kata-kata bijak yang udah saya dengar (mungkin) ratusan kali. Kata2 ini sering dijadikan 'hujjah' oleh orang2 yang casing luarnya eksentrik, gak lazim, nyeleneh bin aneh.
Makanya saya sering banget denger ada orang2 ngomong kayak gini :

“Biar kayak preman gini, gw beriman jek!” (tapi ngomongnya kayak orang mabok)

“Eh, jangan liat pakean gw yah. Gw bukan cewek murahan. Gini2 gw cewek beriman tauk!!”
(yang ngomong ini cewek yang pakeannya super ekonomis, paket hemat lah pokoknya)

“Walaupun tampang gw serem, hati gw tuh lembut lagi..” (nah, kalimat ini datang dari seorang cowok bertampang serem, badan penuh tato, tindikan di sana sini, aktifitas hariannya malakin orang lewat, gak segen2 mukul istri di rumah)

Ada juga yang kayak gini :

“Insya Allah, penyakit adek ini bisa sembuh dengan seizin Allah” (saya denger kalimat ini dari seorang ahli pengobatan alternatif yang kostumnya sangat islami, ala bapak2 pemburu hantu di tipi, tapi metode kerjanya nyerempet hal2 berbau syirik)

Masih ada beberapa lagi 'quotes inspiratif' semacam di atas yang sering banget saya denger.

Well... IMHO, kita memang gak boleh melihat penampilan orang dari casing luarnya saja.
Inner beauty, kepribadian ataupun karakter memang jauh lebih penting dari sekedar casing.

Penampilan luar juga penting, walaupun bukan hal terpenting.
Buat saya, cara seseorang mendesain casingnya, sedikit banyak bisa menggambarkan kepribadiannya.

Ini ada contoh kasus. Silahkan perhatikan baik2 foto berikut ini.


Nah, berapa orang diantara anda yang menyadari bahwa 'gadis cantik' di atas adalah seorang waria??
Meuni geulis pisan khan nya??
Tapi yaa geulis-geulis ge, kalo udah tau waria mah saya jadi ilfil :-D

Jadiiii... sah2 aja sih menilai penampilan luar seseorang, asal jangan lupa bahwa kualitas 'isi' lebih penting. Toh, percuma juga kalo buku covernya luar biasa indah tapi isi bukunya gak berkualitas, gak enak dibaca dan gak mencerahkan.

Yuk ah, mulai sekarang kita peduli sama penampilan orang lain, dan lebih peduli lagi sama kualitas dan karakternya.

Judge the cover. Read the book!!
*lupa pernah liat quotes ini dimana*

Read full post »

Thursday, January 24, 2008

First Posting on 2008

0 comments
Duhai...rasanyo sudah lamo ambo tidak menulis di blog ini lagi. Padahal, selama ini ambo rajin MAU menulis. Tetapi entah kenapo, setiap kali jari ini hendak memijit tombol komputer, tiba2 sajo ambo diserang rasa ngantuk yang luar biasa... Terakhir ambo posting disini tahun 2007, nah sekarang udah tahun 2008 lagi... Onde mande....

Sodara2, beginilah akibatnya kalo kita nulis setelah makan rendang. Selain perut jadi kenyang dan otak gak bisa mikir, kata-kata yang keluarpun jadi makso....eh, maksa.

Eniwei, ngerasa bersalah banget deh hampir sebulan gak ngupdate blog. Kebayang gimana perasaan fans2 saya yang tiap hari buka blog ini, yang hanya bisa mendesah kecewa karena gak ada tulisan baru di sini, beberapa diantaranya mungkin ada yang menangis histeris sambil garuk2 tanah. Untuk itu, saya mohon maaf yah. Saya mengerti perasaan kalian semua kok. Perasaan kangen sama saya tuh manusiawi banget kok, bukan penyakit turunan ataupun kutukan dari tuhan, semua orang yang kenal saya pasti pernah mengalaminya. Gak perlu malu untuk mengakuinya :-p

Okeh update berita terkini :

Pertama, I got a new laptop....yippiieee.... !!!!! Sebuah laptop yang indah, khas produk2 Apple, MacBook berwarna putih, layar 13.3” (diagonal) glossy TFT WideScreen, Processor Intel Core 2 Duo 2.0Ghz, 1GB of 667MHz DDR2 SDRAM, Harddisk 80GB serial ATA 5400rpm, serta Built in iSight camera, dan tentu saja Mac OS X Leopard (meooowww....eh, auuummmmm!!!)
Saat ini saya belum ngasih nama sama 'istri' baru saya ini. Tadinya mau manggil 'si putih' aja, tapi panggilan ini udah jadi hak paten temen saya. Jadi sementara saya masih nyari2 di buku 'Kumpulan Nama Islami Buat Laptop Baru Anda”, sementara saya manggil dia 'honey' aja dulu.

Kedua, alhamdulillah rencana bisnis yang akan saya tekuni mengalami kemajuan yang sangat berarti, Insya Allah mudah2an pertengahan Februari nanti udah bisa saya launch. Jadi, bagi 10 pengirim sms pertama nanti akan dapet sebuah produk dari saya. GRATIS!! CUMA-CUMA!! KAGAK BAYAR!! Makanya, hayo2 mulailah berburu no hape saya, heheheee...

Ketiga, Alhamdulillah sampe akhir bulan pertama di tahun 2008 ini saya masih jomblo euy *gak penttiinnnngg... :-p*
Jadi berbahagialah fans2 yang bergenre wanita, karena diriku belum ada yang memiliki *halah....*

Jadi....beginilah kira2 gambaran kualitas blog saya di tahun 2008 ini. Garing dan gak penting.

Gak apa2 lah, yang penting nulis aja dulu yah.
Yang penting istiqomah dulu ngupdate blognya.
Kualitas tulisan akan meningkat seiring dengan meningkatnya frekuensi menulis.
(menghibur diri...)

Udah dulu ah. Semoga ketemu lagi dalam waktu dekat yah temen2. I promise myself to write more often :-)

Read full post »

Sunday, December 30, 2007

Penghujung Tahun 2007

1 comments

Tahun 2007 sebentar lagi akan meninggalkan kita.

Berarti satu tahun udah lewat.

And here I am... still jomblo...and (still) HAPPY of course...heheee

Di penghujung tahun biasanya kita menyempatkan diri untuk berhenti sejenak, melihat jejak-jejak kita di belakang.

Apakah saya sudah menjadi orang yang lebih baik dibanding tahun lalu??

Apakah saya sudah lebih dewasa dan lebih bijak??

Seberapa banyak yang udah saya lakukan buat kebaikan keluarga, agama dan negara saya??

Jujur, saya gak tau jawaban dari pertanyaan2 itu...

Well, di tahun 2007 ini banyak hal yang sudah terjadi dalam hidup saya. Banyak hal yang berubah. Ada perubahan yang positif dan menyenangkan, ada juga perubahan yang negatif.

Tetapi terlepas dari semua perubahan yang positif maupun negatif tersebut, banyak banget hal yang patut saya syukuri. Saya bersyukur karena hingga detik ini saya masih sehat wal’afiat. Saya bersyukur atas setiap mililiter udara yang saya hirup setiap harinya (gratis pula!!). Pokoknya, saya bersyukur atas semua nikmat yang udah dikaruniakan Allah SWT buat saya, yang gak mungkin bisa saya hitung jumlahnya.

Semoga saja di tahun-tahun berikutnya pun saya masih bisa mensyukuri semua hal yang saya dapatkan, baik ataupun buruk.

Okey, dari sekian banyak hal yang udah terjadi di tahun 2007 ini, ada beberapa hal/peristiwa yang menjadi salahsatu milestones dalam hidup saya, yaitu :

  • Tahun ini akhirnya saya menyelesaikan pendidikan S2 saya dengan sukses, tanpa ada gejala kerusakan otak sedikipun -- kalo ngalamin kram otak dikit2 sih pernah, waktu itu gak pemanasan dulu soalnya-- Maklumlah, dengan otak yang gak seberapa ini, siapa yang nyangka bisa lulus strata-2 di PT yang bergengsi pula. Makasih Ya Allah...
  • Dalam rangka selangkah menuju impian saya, akhir tahun ini juga saya mulai men-set up bisnis baru saya. Insya Allah bisnis ini akan menjadi salah satu bisnis yang menghidupi keluarga saya nanti, menyekolahkan anak2 saya ke sekolah2 terbaik, menyekolahkan anak2 yatim dan anak2 miskin, dan memberdayakan umat muslim agar bisa menjadi kekuatan yang gak diremehkan seperti sekarang ini...Amin ya rabb...
  • Sebenernya poin yang ini agak2 pribadi yah. Tapi gak apa2 lah saya buka dikiiiiitttt aja.... Begini, saya akhirnya dikasih kesempatan oleh Allah SWT untuk bisa mengenal lebih dekat seseorang yang sebelumnya gak pernah saya bayangkan sebelumnya. Let’s say, akhirnya si pungguk ini sekarang bisa kenal lebih deket sama sang rembulan :-) I know. It’s too good to be true. Makasih Ya Allah...

Tetapi di tahun 2007 ini juga saya mengalami kehilangan yang amat sangat dalam. Tepat di awal bulan ramadhan tahun 2007 ini --11 September 2007 tepatnya-- kakek saya tercinta dipanggil Allah SWT. Beliau adalah salahsatu panutan saya, pahlawan saya... Semoga arwah beliau ditempatkan di tempat yang terbaik di sisi Allah SWT, bersama para rasul, nabi, sahabat, syuhada dan orang-orang yang dicintai-NYA... Amien...

Finally, saya ingin menutup lembaran tahun 2007 ini dengan sebuah doa yang berasal dari sebuah hadits, yang mudah2an bisa menjadi pengingat buat kita semua :

“Ya Allah, ampunilah kesalahan dan kebodohanku, dan juga sikap berlebihanku dalam segala urusanku dan segala yang Engkau lebih mengetahui daripadaku. Ya Allah, ampunilah kesungguhanku dan kelakarku, dn ketidaksengajaanku dan kesengajaanku, serta semua yang ada disisiku. Ya Allah, ampunilah dosa yang telah aku lakukan dan yang belum aku lakukan, yang aku lakukan secara sembunyi maupun yang aku lakukan secara terang-terangan serta segala yang Engkau lebih mengetahui daripadaku. Engkaulah Yang Maha Mendahului an Yang Maha Mengakhiri dan Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (HR Abu Musa Al Asy’ari r.a, dari kitab Shahih Muslim)

Amien ya robbal ‘alamin...

Happy New Year All!! :-)

Read full post »

Wednesday, December 19, 2007

Thinkin' About You

0 comments
Yesterday I saw the sun shinin'
And the leaves were fallin' down softly
My cold hands needed a warm, warm touch
And I was thinkin' about you
Here I am lookin' for signs of leaving
You hold my hand, but do you really need me?
I guess it's time for me to let you go
And I've been thinkin' about you
I've been thinkin about you

When you sail across the ocean waters
And you reach the other side safely
Could you smile a little smile for me?
Cause I'll be thinkin' about you

I'll be thinkin about you
I'll be thinkin about you
I'll be thinkin about you

(by : Norah Jones)
Read full post »

Monday, December 17, 2007

Parent's Biggest Lies

2 comments
Sering kali, dengan berbagai alasan, orang tua kita seringkali ‘terpaksa’ membohongi kita. Hal ini seringkali terjadi terutama ketika kita masih culun dan cupu, yaitu pada saat usia dimana kita belum dibolehkan menonton fillm yang berisi adegan kebakaran didalamnya. Mereka ini mungkin belum menyadari bahwa membohongi anak-anak --apalagi anak sendiri-- sangatlah berbahaya dampaknya bagi perkembangan jiwa anak, serta tidak lupa juga dapat menyebabkan kanker, impotensi, gangguan terhadap kesehatan dan pertumbuhan janin :-p

Banyak sekali jenis2 bohong yang biasanya mereka lakukan terhadap kita, anak2nya yang lucu dan imut itu. Misalnya saja kebohongan seperti ini :

“Ssttttt....jangan nangis, kedengeran ngga ada suara genderuwo (atau bisa juga jenis dedemit lainnya, sesuai dgn budaya dan kepercayaan setempat) di belakang rumah yang ngikutin suara kamu??” *tak lupa sambil berakting memasang wajah mencekam dan misterius, pokoknya akting yang layak dianugerahi piala Oscar lah*
Biasanya kebohongan ini dibantu oknum lain --bisa sang ayah, kakak, tante, om, atau pembantu-- yang akan berperan sebagai suara sang makhluk misterius.

Atau mungkin ada yang pernah mengalami dibohongi dengan modus seperti ini :

“Ngga sayang, mama gak akan mungkin nyakitin kamu. Mama cuma pengen liat sebelah mana gigi kamu yang goyang itu, biar bisa mama obatin. Yuk sayang, coba dibuka mulutnya yaa....aaaaaa...”
Sepersekian detik setelah sang anak membuka mulut, sekonyong-konyong terjadilah adegan berdarah dimana sang mama mencabut dengan paksa si gigi tanpa dosa itu, diikuti dengan jeritan menyayat hati sang anak. (Ini termasuk kekerasan dalam rumah tangga atau ngga yah? :-D)

Hemm....and they called it white lies. Berbohong demi kebaikan kita, anak2nya...
Padahal khan bohong mah tetep aja bohong yah. Dosa tau.

Well, dari sekian banyak white-lies yang dilakukan oleh orang tua saya dulu, ada satu kebohongan mereka yang hingga saat ini masih belum dapat saya terima dengan hati yang lapang. Yaitu kebohongan seperti ini:

“Sayang, disunat tuh, gak sakit lho. Rasanya kayak digigit semut doang kok..., percaya deh sama mama.”
DIGIGIT SEMUT?? SEMUT DARI HONGKONG??!!
Sungguh ini merupakan FITNAH yang sangat keji buat bangsa semut. Benar-benar pembunuhan karakter bagi bangsa semut.
Diemut singa kelaperan mungkin analogi lebih tepat buat menggambarkan rasa takut dan rasa sakit yang saya rasain waktu itu.
(Hingga beberapa tahun kemudian, masalah kekuatan gigitan semut ini masih jadi misteri besar buat saya).

Anyway, setelah segede ini, saya baru bisa ngerti kenapa mereka melakukan kebohongan2 putih seperti itu. They really did those things for my own good. And I forgive them for that :-D.

Tapi itu gak membuat saya berencana melakukan hal2 seperti itu sama anak2 saya nanti ya. Selama masih ada cara untuk gak membohongi mereka (anak2 saya nanti maksudnya), saya gak akan ‘menipu’ mereka.

In fact, saya masih mikirin kira2 apa yah yang akan saya katakan sama anak saya nanti untuk membujuk dia supaya mau disunat. Ehm, mungkin kata2nya seperti ini ya :

“Anakku, dalam hidup setiap wanita, ada saat dimana mereka berada dalam kondisi antara hidup dan mati, dimana mereka mengalami kesakitan yang luar biasa, dimana saat itu jarak dengan kematian begitu dekat. Itulah saat mereka berjuang melahirkan anaknya. Mereka rela mempertaruhkan hidupnya demi kehidupan yang akan keluar dari rahimnya. Karena mereka, para wanita ini, tahu bahwa rasa sakit yang mereka derita itu akan sebanding dengan kebahagiaan yang mereka dapat setelahnya.”

Pada detik ini, mungkin anak saya akan terbengong2 dan berpikir ayahandanya sedang kerasukan Prabu Siliwangi atau Mahatma Gandhi. Atau mungkin dia hanya berpikir ayahandanya cuma salah makan aja.

Tapi saya gak akan peduli, dan tetep melanjutkan :

“Nah, kita laki-laki pun memiliki momen heroik seperti itu, nak. Momen itu adalah momen dimana bagian vital tubuh kita diiris-iris sama orang yang sama sekali gak kita kenal, orang yang kita gak tau ketulusan niatnya dan kebersihan hatinya, yang bisa saja berpura2 kebablasan motong dengan alasan terbawa suasana. Apakah ada momen yang lebih menakutkan dan menegangkan dari itu, nak??”

Pada saat itu anak saya pasti masih termangu dan berpikir : Ok. Positif. Ayahandaku emang ‘sakit’.

Tapi saya tau setelah itu saya gak perlu meneruskan ‘wejangan’ saya buat anak saya. Karena pada saat itu juga anak saya akan berkata : “Ayah, cukup!! Tolong jangan diteruskan. Aku mau melakukan apa saja asalkan ayah gak ngomong lagi. Apalagi cuma disunat. Disunat berkali2 pun aku mau deh....aku mohon...berhenti ngomongnya yah..??”

See?? It would work, wouldn’t it?
And then I wouldn’t have to lie to him, right??

Moral of the story : kayaknya emang lebih praktis ngebohongin anak aja kali yee...hehee...
Read full post »

Thursday, December 13, 2007

You're Beautiful

0 comments
My life is brilliant
My love is pure
I saw an Angel
Of that I'm sure

She smiled at me on the subway
She was with another man
But I won't lose no sleep on that
Cause I've got a plan

You're beautiful
You're beautiful
You're beautiful, it's true

I saw your face, in a crowded place
And I don't know what to do
Cause I'll never be with you

Yes, she caught my eye
As we walked on by
She could see from my face that I was
Fucking high
And I don't think that I'll see her again
But we shared a moment that will last till the end

You're beautiful
You're beautiful
You're beautiful, it's true
I saw your face, in a crowded place
And I don't know what to do
Cause I'll never be with you

You're beautiful
You're beautiful
You're beautiful, it's true

There must be an Angel with a smile on her face
When she thought up that I should be with you

But it's time to face the truth
I will never be with you..
(by : James Blunt)
Read full post »

Tuesday, December 04, 2007

Yang Paliiingg....

0 comments

"Yang paling dekat dengan diri kita adalah kematian, yang paling jauh dari diri kita adalah masa lalu, yang paling besar di dunia ini adalah nafsu, yang paling berat di dunia ini adalah amanah, yang paling ringan di dunia ini adalah meninggalkan shalat, yang paling tajam di dunia ini adalah lidah manusia."



(Imam Al-Ghazali, 1058 - 1011)


Read full post »
 

Copyright © CARPE DIEM!!! Design by Free CSS Templates | Blogger Theme by BTDesigner | Powered by Blogger