Thursday, April 19, 2007

Cowok Yang Lagi PMS..??

1 comments
Dalam hidup, kita gak bisa menyenangkan semua orang, bahkan kadang2 termasuk menyenangkan diri sendiri. Mengenai hal ini, ada kisah sufi yang sangat populer di kalangan pesantren dan orang muslim, yaitu kisah tentang Luqmanul Hakim dan putranya, serta keledainya. I’ll tell you about this story later *cateett..it’s a promise :-D*, soalnya saya lupa di bagian hard disk sebelah mana saya simpan file tentang kisah ini :-p
Pokoknya inti kisah itu adalah bahwa tidaklah mudah mengambil keputusan, apalagi jika pertimbangannya adalah pendapat orang lain, karena setiap orang memiliki pendapat dalam sudut pandang yang berbeda, dan juga memiliki kepentingan masing2 yang berbeda beda pula.

Well..., saya selalu merasa bahwa saya adalah jenis orang yang cenderung tidak terlalu peduli dan tidak ambil pusing akan pendapat dan penilaian orang lain terhadap saya. Bener apa yang dikatakan oleh Aa Gym, bahwa gak penting bagaimana penilaian makhluk terhadap kita, yang paling penting adalah bagaimana penilaian sang Khalik terhadap kita.
Selama saya merasa saya tidak melakukan hal apapun yang menurut saya salah dan merugikan orang lain, maka saya tetap akan keukeuh gumeukeuh melakukan sesuatu hal yang saya yakini benar.

Tapi itu juga bukan berarti saya tidak mau mendengarkan pendapat orang lain. Sebaliknya justru saya menganggap pendapat setiap orang adalah penting, hanya saja itu gak boleh menjadi penghalang buat saya dalam melakukan hal yang saya yakini kebenarannya.
Bukankah Allah SWT menciptakan manusia dengan 2 buah telinga dan HANYA satu mulut karena kita sebagai manusia memang harus lebih banyak mendengarkan di banding berbicara?? Right...?? :-)

Tetapi tentu saja, seperti biasanya, dalam (hampir) setiap hal selalu ada pengecualian, termasuk dalam hal yang satu ini. Saya mungkin bisa saja tidak terlalu ambil pusing akan pendapat dan penilaian orang lain tentang saya. Tetapi bagaimana dengan pendapat dan penilaian dari orang2 terdekat yang paling saya sayangi??
Saya tidak bisa begitu saja mengabaikan pendapat dan penilaian mereka.
Sedikit atau banyak, pendapat dan penilaian mereka ternyata memberi impact buat saya.

Seperti apa yang sedang saya alami dan rasakan saat ini. Ketika beberapa orang terdekat saya mulai meragukan saya, saya merasa kecewa. Ketika saya mulai merasakan perlahan semakin memudarnya rasa trust mereka terhadap saya, saya jadi merasa sedih. Dan ketika saya mendengar ketidakyakinan mereka akan jalan yang telah saya pilih, rasa optimis dan semangat saya yang menggebu gebu juga berangsur memudar...

Tetapi terlepas dari semua itu, ada satu hal yang saya yakini tetap belum berubah hingga detik ini, yaitu rasa cinta dan sayang mereka yang tulus terhadap saya. Dan seperti halnya saya, mereka juga menginginkan yang terbaik buat saya. Itu yang terpenting buat saya saat ini. Itu yang akan membuat saya tetap kuat dan tidak akan menyerah. Toh, sejak awal saya juga menyadari sepenuhnya bahwa semuanya gak akan mudah. Selama saya menggantungkan diri saya kepada Allah SWT, semuanya akan baik baik saja.

Ehmm...saya tau sih siapapun yang baca postingan saya saat ini pasti bingung and gak ngerti apa yang sedang saya bicarakan. Anda pasti baca postingan ini dengan dahi berkerut sambil berpikir dalam hati, “ni orang ngomongin apa siiihh, jangan2 lagi PMS ya ??”

Well, it doesn’t matter guyrls.
You don’t have to understand.
You just have to listen, that’s more than enough for me.
Saya cuma lagi pengen ngeluarin uneg2 aja, pengen bersihin dada yang lagi nyesek :-)
Mohon maklum. Begini kali ya perasaan orang kalo lagi PMS, sensitif abisss... heheee...

Thank’s for reading (listening) curhatan yang gak penting ini yah! :-)
Read full post »

Wednesday, April 04, 2007

Ketika Cinta Bertasbih (1)

0 comments

Sampai detik ini, udah banyak sekali novel yang saya baca. Tapi diantara sekian banyak novel2 yang pernah saya baca tersebut, hanya sedikit saja yang memberi kesan sangat mendalam setelah saya selesai membacanya. Satu diantara novel yang paling berkesan buat saya dan benar2 membuat merenung dan “bete” berat adalah novel “Ayat Ayat Cinta” -- (A2C) -- yang ditulis oleh Habiburahman el Shirazy a.k.a kang Abik. Gimana ngga jadi bete coba, setelah membaca novel itu, tiba2 saja saya merasa keciiillll bangett. Tiba2 saja saya menyadari betapa ceteknya pengetahuan dan pemahaman saya tentang agama yang sudah puluhan tahun saya anut. Tiba2 saja saya menyadari betapa sedikitnya hal yang telah saya lakukan dalam hidup saya dan betapa saya ternyata belum memberi kontribusi apapun kepada agama dan lingkungan sekitar saya. Singkatnya, setelah membaca novel ini membuat motivasi saya untuk berkontribusi lebih banyak lagi untuk dunia yang sedang saya tinggali sekarang ini. Well, novel ini memang pantas disebut sebagai novel pembangun jiwa.


Anyway, bukan novel A2C ini yang akan saya bicarakan sekarang. Melainkan novel barunya kang Abik yang berjudul “Ketika Cinta Bertasbih (bagian 1)” -- KCB1 --. FYI, novel ini adalah novel dwilogi, yang juga diterbitkan oleh Republika. Saya beli novel ini (seperti biasa) di Palasari 2 minggu yang lalu. Lumayanlah dapet diskon 25% dari harga normal :-p


Novel ini memang masih senada dengan novel A2C, dimana masih mengusung tema kehidupan mahasiswa di Mesir dengan segala permasalahan hidupnya, termasuk permasalahan yang selalu diminati oleh setiap orang, which is LOVE :-)

Seperti halnya A2C, novel KCB1 ini adalah novel motivasi yang luar biasa mencerahkan, mengajak kita untuk lebih jernih dan lebih cerdas dalam memahami keislaman, kehidupan dan juga cinta. Di novel ini kang Abik mengajak kita untuk memahami apa makna prestasi yang sesungguhnya.

And seperti halnya ketika membaca novel A2C, ketika membaca novel inipun beberapa kali saya ‘dipaksa’ termehe mehe meneteskan air mata *fyi, cowok nangis bukan berarti gak macho yah sodara sodara :-p *

Saya saja yang gak pernah mengalami kuliah jauh di luar negeri, tetap bisa merasakan bagaimana kecintaan dan kerinduan Azzam yang luar biasa kepada Ibu dan tiga adiknya di kampung. Kecintaan itu juga jelas tergambar dalam perjuangan Azzam dalam melakoni peran gandanya sebagai mahasiswa sekaligus pengusaha bakso dan tempe.


Dalam novel ini, tokoh sentralnya adalah Khairul Azzam, seorang mahasiswa Indonesia yang menjalani kuliah di Universitas Al Azhar, Mesir. Berbeda dengan tokoh Fahri di A2C, walaupun sama cerdas, di mata teman2 mahasiswa di Mesir Azzam ini tergolong mahasiswa yang tidak berprestasi. Dikalangan mahasiswa dan orang Indonesia yag tinggal di Mesir, Azzam lebih dikenal sebagai pengusaha bakso dan tempe daripada sebagai seorang mahasiswa yang cerdas dan berprestasi. Dimata mereka, Azzam adalah sosok mahasiswa yang lebih mementingkan bisnisnya dibanding kuliahnya.

Tapi memang ada persamaan yang sangat jelas antara tokoh Fahri di novel A2C dengan tokoh Azzam di novel ini. Kedua duanya adalah mahasiswa Indonesia yang walaupun (relatif) miskin tapi sangat berkarakter. Kedua tokoh ini adalah orang yang bersahaja, berprinsip, kuat imannya, haus ilmu, baik hati dan memiliki semangat hidup yang menyala nyala.


Selanjutnya...., silahkan baca sendiri aja yah :-)

Silahkan ‘menyaksikan’ sendiri suka duka kehidupan Azzam dan teman2nya di Mesir sana.

Silahkan belajar dari Azzam tentang apa sebenarnya makna prestasi dalam hidup.

Silahkan belajar dari Azzam dan teman2nya tentang bagaimana seharusnya seorang muslim mengisi hidupnya dengan penuh makna. Bagaimana etos kerja yang seharusnya dimiliki seorang yang mengaku muslim. Tidak ada detik yang terbuang sia-sia.

Silahkan belajar dari Azzam dan teman2nya tentang apa dan bagaimana seharusnya manusia (especially moslems) memperlakukan ‘makhluk’ yang dibenci sekaligus dirindukan tiap manusia, which is LOVE.


Ada beberapa quote berkaitan dengan cinta yang saya suka dalam novel ini:

Cinta sejati itu menyembuhkan, tidak menyakitkan”

Cinta sejati itu tidak menzalimi. Cinta sejati berorientasi ridha Ilahi”

Pecinta sejati bukanlah pecinta yang selalu siap menentang badai demi oraang yang dicintainya. Pecinta sejati adalah orang yang mencintai karena Allah dan Rasul-Nya”.


Beautiful, isn’t it? :-)


Well.., happy reading, guyrls!

Read full post »

Monday, March 26, 2007

Not Enough...

0 comments


Knowing is not enough; we must apply.

Willing is not enough; we must do.


Read full post »

Thursday, March 22, 2007

Ophiuchus : Brand New Zodiac

2 comments


Guyrls..., udah pada tau belum sih kalo ternyata konstelasi zodiak yang kita kenal selama ini sebenernya ditentukan berdasarkan pergerakan matahari melalui konstelasi bintang2 sekitar 2,5 abad yang lalu.

Nah menurut para ahli astronomi (atau astrologi ya..??), dikarenakan adanya perubahan pada rotasi dan orbit bumi, ternyata sekarang ini matahari bergerak melalui 13 konstelasi rasi bintang (tidak hanya 12 seperti yang kita tau selama ini).
Okeh, ini dia susunan konstelasi rasi bintang yang baru :

Pisces (13 Maret – 19 April)
Aries (20 April – 12 Mei)
Taurus (13 Mei – 20 Juni)
Gemini (21 Juni – 19 Juli)
Cancer (20 Juli – 11 Agustus)
Leo (12 Agustus – 17 September)
Virgo (18 September – 31 Oktober)
Libra (1 November – 21 November)
Scorpius (22 November – 30 November)
Ophiuchus (1 Desember – 18 Desember)
Sagitarius (19 Desember – 18 Januari)
Capricornus (19 Januari – 17 Februari)
Aquarius (18 Februari – 12 Maret)

Hemm... itu berarti zodiak saya berubah dari Scorpio, menjadi Virgo sekarang :-p
What about yours??

Saya jadi berpikir, berita ini tentunya akan sangat ‘memukul’ buat para penggemar dan penganut horoskop atau ramalan bintang. Bayangkan saja, mungkin orang2 yang selama ini percaya banget dan sering memutuskan hal2 dalam hidupnya berdasarkan zodiaknya, pastinya akan pusing 49 keliling *hahaa...rasain kalian.... :-p*

Jangankan mereka yang zodiak-mania, saya saja yang tidak percaya zodiak jadi merasa agak2 gimanaaa gitu perasaannya setelah tau kalo zodiak saya sekarang adalah Virgo. Dari kecil saya ‘dicekokin’ kalo saya itu seorang scorpio dengan segala plus minus yang menjadi karakter seorang scorpio. Katanya watak dan kepribadian -- bahkan nasib di kemudian hari – kita dipengaruhi oleh posisi bintang saat kita dilahirkan. Terus katanya zodiak ini tuh jodohnya sama zodiak ini lah, and gak cocok sama orang berzodiak itu lah, and bla...bla...bla....

Tapi untungnya seiring bertambahnya umur, saya menganggap hocus pocus tentang zodiak ini boleh saja digunakan tapi HANYA untuk sekedar joke and fun doank, gak saya anggap serieus...eh, serius maksudnya.


Apalagi sebagai seorang muslim tentu saja sudah jelas buat saya bahwa ada konsep yang bernama TAKDIR dan IKHTIAR untuk menjelaskan tentang nasib, jodoh ataupun karir misalnya.
Sepengetahuan saya, seorang muslim yang percaya dengan ucapan peramal (ahli nujum) sama saja dianggap telah kafir kepada-NYA (CMIIW).

Well buat saya, berita ini seharusnya membuktikan dan meyakinkan kepada berjuta juta orang penganut zodiak di luar sana bahwa ramalan2 yang berdasarkan horoskop sebenernya hanyalah sekedar isapan jempol belaka. Saatnya berpikir lebih jernih dan logis. IMHO, Allah SWT ngasih kita kemampuan (terutama melalui akal dan budi yang kita miliki) untuk turut andil menentukan takdir kita sendiri. Takdir kita tidak hanya dipengaruhi oleh dibawah rasi bintang apa kita lahir. Bahkan seandainya memang itu berpengaruh sekalipun, saya meyakini pengaruhnya sangat sangat sanggaaatttt keciiiiiilll sekali, pokoknya saya berani mengatakan pengaruhnya sangat tidak RELEVAN DAN SIGNIFICANT *maaf buat Jarwo Kwat karena udah mengutip kata2 favoritnya*

Walaupun faktanya hingga sekarang ini masih banyak orang masih mempercayai ramalan bintang yang menghiasi banyak majalah2 ataupun tabloid2 di Indonesia.
Dan sudah menjadi kenyataan juga kalo astrologi masih menjadi barang dagangan yang laris manis di Indonesia sini. Untuk hal ini, di sisi lain saya juga harus mengacungi jempol untuk para astrolog yang piawai menjual ‘dagangan’ mereka melalui permainan kata2 sampai bisa mempengaruhi banyak orang dengan ramalan2 berbasis horoskop mereka. They’re truly ‘great’ marketers :-)

Okeh, sebagai penutup sekaligus kesimpulan tulisan ini, saya beranikan diri untuk mengutip firman Allah SWT :

"Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami mengadakannya. Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah."
(QS 57:22).
Read full post »

Wednesday, February 28, 2007

What's Ur Guilty Pleasure??

0 comments


Guilty pleasure. Kata itu yang tiba2 terlintas dalam pikiran saya ketika baca sms curhat dari temen saya. Udah lama juga sih gak denger istilah itu.
Guilty pleasure tuh artinya adalah suatu tindakan/perbuatan -- biasanya udah jadi kebiasaan/habit -- yang kita sadar bahwa sebenernya tindakan itu tidak baik tetapi kita tetep melakukannya juga. Dan biasanya pada tingkat yang sudah parah, kita menjadi addict untuk melakukan (apapun) perbuatan/tindakan itu.

Rasanya hampir setiap orang memiliki guilty pleasurenya masing2, dan bentuknya bisa jadi sangat beragam, dari tingkat yang paling ‘ringan’ sampai tingkat yang paling ‘berat’.

Misalnya saja ada temen saya yang bilang kalo guilty pleasurenya adalah merokok. Dia bilang sebenernya dia sadar banget kalo merokok tuh selain menguras kantongnya, juga gak baik buat kesehatannya. Tapi ya mau gimana lagi, he just can’t help it he says.

Ada juga temen cowok yang dengan semangat 45 dan bangga bilang guilty pleasurenya tuh – maaf -- on*n* alias m*st*rb*s*, hehee...gokilll !!

Masih buaaannnyakkk lagi bentuk2 guilty pleasure yang dimiliki orang2, ini dia beberapa diantaranya :
  1. Bohongin ortu (such as : korupsi uang kuliah/uang bulanan, pacaran backstreet, dan sejenisnya)
  2. Ngedrugs
  3. Minum minuman beralkohol
  4. Judi --> biasanya cowok2 penggila bola nih
  5. Reading/watching porn materials
  6. Ngelamun jorok --> ini biasanya satu paket sama point no.4
  7. Selingkuh
  8. Ngebut and ugal2an di jalanan --> biasanya bikers nih
  9. Ngegosip
  10. Buang sampah sembarangan
  11. Kencing or kentut di dalem kolam renang umum
  12. Gak mandi pagi dulu kalo mau berangkat sekolah/kuliah
  13. Nyium2 underwear sendiri (kadang2 punya orang lain kalo lagi apes) --> believe it or not, ada lho temen saya yang punya habit kayak gini
Mungkin masih banyak lagi ya orang2 yang punya guilty pleasure yang ajaib di luar sana (the world is crazy out there, u know...) . Mungkin saja di luar sana ada orang sok kreatif yang kalo pipis kakinya diangkat satu misalnya, who knows khan...? :-)

Saya sendiri termasuk tipe orang rata2 dan standard. Jadi ya guilty pleasurenya pun standard2 ajah. Guilty pleasure saya adalah memakai kostum ketat berwarna merah-biru, berkeliaran malam2 di tengah kota, berayun ayun dari gedung satu ke gedung lainnya, menumpas kejahatan dan membela yang lemah, heheeee....




Seriously sih, mungkin guilty pleasure saya banyak juga ya, salah satunya adalah saya gak bisa nahan godaan untuk tidur lagi setelah shalat subuh, and baru bangun lagi jam 8 pagi (paling cepet). Padahal khan pola hidup kayak gitu samasekali gak bisa dibenarkan ya. Bagusnya setelah subuh itu kita olahraga dikit, terus do something useful kayak ngerjain tugas kuliah/kantor misalnya. Soalnya pagi hari itu IMHO adalah waktu paling bagus untuk ngerjain sesuatu yang membutuhkan kreativitas dan pemikiran brilian. Karena saat pagi hari itu pikiran kita masih segar, fresh dan belum tercemar sama ‘aura negatif’ dari lingkungan.

Coba aja kalo pagi2 kita udah baca surat kabar, dijamin deh pikiran kita akan langsung mumet bin ruwet setelah membaca berita2 tentang tindakan kriminal dimana mana, berita tentang musibah/bencana di negara kita yang seolah2 gak ada habis2nya, berita tentang korupsi yang dilakukan secara terang2an dan ‘elegan’, berita tentang bagaimana kacau balaunya kondisi ekonomi, politik dan keamanan di negara kita, dan lain sebagainya.

Bayangin deh, kalo pagi2 kita udah baca berita2 seperti itu, apa itu gak mempengaruhi pikiran kita?? Apa mungkin pikiran kita masih bisa fresh dan rileks?? Yang ada malah bikin stress, khan?

Masih ada lagi sih beberapa guilty pleasure yang belum bisa saya hilangkan. Seperti maen CM (Championship Manager) sampe jam 3 dinihari, atau hal2 lain yang malu saya akui disini. Kayaknya gak usah saya ceritain lah ya, ndak baik mengumbar ‘aib’ sama publik :-p

So, everybody have their own guilty pleasure, right?
What’s urs ?? :-D
Read full post »

Monday, February 26, 2007

Rintis Karir Anda Sendiri

0 comments

Saya tidak percaya bahwa ucapan singkat : “tidak bisa” harus menjadi kendala. Apabila anda tidak mempunyai pengalaman yang tepat untuk meraih suatu sasaran, carilah cara yang lain. Apabila anda ingin menerbangkan pesawat, pergilah ke lapangan terbang ketika usia anda enam belas tahun untuk menjadi pelayan penyaji teh. Buka terus mata anda. Perhatikan dan belajar. Anda tidak harus bersekolah di jurusan seni rupa untuk menjadi perancang busana. Melamarlah ke sebuah butik sebagai tukang sapu. Rintis karir anda sendiri.


(Richard Branson, dikutip dari bukunya berjudul “9 Prinsip Sukses dari CEO Perusahaan Raksasa Virgin Group : Richard Branson)
Read full post »

Why Teens Do Stupid Things??

0 comments
Remaja (a.k.a ABG) cenderung dicap sebagai makhluk yang ceroboh, gak pernah mikir panjang kalo mau melakukan sesuatu hal, dan sering melakukan hal2 ‘bodoh’ seperti ngerokok, nge-drugs, ngebut (terkadang sambil mabuk) di jalanan, bahkan mempraktekkan sex bebas dan tidak aman. Tipikal remaja seperti ini tidak hanya ditemukan di negara2 barat saja, tetapi juga sudah banyak bisa kita temukan di Indonesia ini.


Tapi tahukah anda * halah bahasanya ki.. :-p * bahwa menurut penelitian yang dilakukan oleh Professor Valerie F Reyna dari Cornell University, mereka melakukan semua hal2 bodoh itu bukan karena mereka tidak memikirkan resiko2 yang akan mereka hadapi, atau bukan juga karena mereka berpikir mereka itu invulnerable -- maaf, bukannya mau sok londo, tapi belum nemu padanan kata yang pas dalam bahasa Indonesia --.

Menurut penelitian yang dilakukan Professor Reyna ini, makhluk2 dengan julukan ABG ini justru lebih hati2 dalam mempertimbangkan resiko2, membutuhkan waktu lebih lama (sekitar 170 milidetik lebih lama) dibanding orang dewasa dalam mempertimbangkan pro-kontra untuk tindakan2 mereka yang beresiko tinggi itu, bahkan cenderung berlebihan memperhitungkan resiko2 yang mungkin terjadi.

Lha, kalo begitu kenapa kok mereka masih tetep aja melakukan hal2 bodoh itu??
Begini teman2...
Mereka ini (masih menurut penelitian itu) dalam membuat keputusan sering lebih ‘berat’ sama keuntungan2/kepuasan yang akan mereka raih dibanding resiko2nya. So, mereka melakukan stupid things itu bukan karena mereka gak tau atau gak mempertimbangkan dulu akibat2nya, tapi karena mereka ini masih cenderung memprioritaskan hawa nafsu mereka aja dibanding hal2 lain.
Dalam penelitian ini juga ditemukan fakta bahwa orang dewasa hampir tidak memerlukan waktu yang lama dalam memikirkan dan menimbang tindakan2 beresiko tinggi mereka. Hal ini dikarenakan orang dewasa mengumpulkan informasi tentang resiko2 tersebut secara intuitif. Sementara seorang remaja memerlukan waktu yang lebih lama untuk memikirkan dan mempertimbangkan resiko dan benefitnya buat mereka.

Jadi dengan kata lain, orang yang lebih berpengalaman -- orang dewasa dalam hal ini -- cenderung lebih mengandalkan insting (intuisi) pada saat dia menilai dan memproses suatu situasi/masalah, dibanding mempertimbangkan banyak faktor, dalam mengambil keputusan.

Malcolm Gladwell dalam bukunya berjudul “Blink” menyebut intuisi ini sebagai BLINK, kemampuan berpikir tanpa berpikir. Jadi dalam bukunya, intuisi ini merupakan kumpulan dari pengalaman yang mengendap di pikiran seseorang, sehingga pada saat dihadapkan pada suatu situasi, maka intuisi ini akan otomatis berjalan di bawah alam sadar untuk kemudian diproses dalam otak, sampai akhirnya keluarlah output berupa penerimaan (positif output) atau penolakan (negatif output). Dalam buku ini Malcolm Gladwell mencontohkan bagaimana seorang pakar seni bisa dengan cepat menyimpulkan apakah suatu barang seni asli atau tidak hanya dengan melihat benda itu beberapa detik saja. Itulah intuisi. Tingkat kepekaan intuisi seseorang tentunya akan berbeda sesuai dengan kadar pengalaman tiap orang. Saya misalnya, kalo dikasih liat lukisan Monalisa dan disuruh memperkirakan apakah lukisan itu asli atau bukan, sampai botak dan sariawan pun saya gak akan pernah bisa memperkirakan keasliannya, karena saya memang tidak mempunyai knowledge maupun pengalaman tentang seni, apalagi seni lukis.

Hemm...kok jadi melenceng ya :-)
Back to ABG topic nih. Jadi ya sekarang saya lebih bisa memahami tentang kenapa orang dewasa – umumnya – adalah pembuat keputusan yang lebih baik dibanding remaja. Karena ada satu hal yang dimiliki oleh orang dewasa, tetapi tidak dimiliki oleh remaja, yaitu pengalaman. Ketajaman intuisi seseorang sangat dipengaruhi oleh pengalamannya.

Tapi itu menimbulkan pertanyaan baru lagi buat saya.
Kalo memang secara ilmiah orang dewasa adalah pembuat keputusan yang lebih baik dibanding remaja, kenapa masih buanyaaak juga orang dewasa yang melakukan hal2 bodoh seperti halnya para remaja??
TANYA KENAPA?? * ini bukan iklan...klan....klan...klan... *

Well...?? Gimana??
Pusing ??? Tambah bingung??
Welcome to the club deh kalo gitu :-D
Read full post »
 

Copyright © CARPE DIEM!!! Design by Free CSS Templates | Blogger Theme by BTDesigner | Powered by Blogger